Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"

PERBATASAN

More on this category »

ALUTSISTA

More on this category »

INDUSTRI PERTAHANAN

More on this category »

KERJASAMA DAN DIPLOMASI

More on this category »

REGIONAL

Lihat berita lainnya»

Latest Post

16 Unit Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle Buatan Korsel Perkuat TNI AU

Written By Jurnal Pertahanan on Kamis, 13 Februari 2014 | 17.27

Jakarta - Sebanyak satu skuadron atau 16 unit pesawat tempur T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan kini memperkuat jajaran TNI Angkatan Udara (AU), yang diserahkan dari Kementerian Pertahanan kepada TNI AU melalui Mabes TNI.

Acara serah terima pesawat T-50i itu disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, KSAL Laksamana TNI Marsetio, dan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Taxi Way Echo Lanud Halim Perdanaksuma, Jakarta Timur, Kamis.

Ke-16 Pesawat T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan yang dibeli pemerintah, seluruhnya telah sampai di Indonesia. Sebelum penyerahan ke Mabes TNI, Presiden Korea Aerospace Industry melakukan serah terima kepada Menteri Pertahanan yang diwakili Kabaranahan Kemhan.

Menhan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, penyerahan pesawat itu merupakan pelaksanaan kontrak yang ditandatangani pada 25 Mei 2011 denga nilai kontrak 400 juta Dollar Amerika.

Pesawat T-50i buatan Korean Aerospace ini diperuntukan mengganti pesawat Hawk MK 53 di Skadron Udara 15 Lanud Iswajudi Madiun, sebagai pesawat latih tempur. Sesungguhnya kinerja pesawat T-50i milik TNI AU dengan panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki sebenarnya sama dengan pesawat generasi keempat plus, karena spesifikasinya bukan pesawat T-50 biasa tapi sudah spesifikasi pesawat tempur FA-50 yang dikurangi radar udara.

Pesawat generasi keempat modern ini sanggup mengantarkan para penerbang muda TNI AU menjadi Ksatria Pengawal Dirgantara di pesawat-pesawat tempur garis depan kita yaitu F-16 C/D, Sukhoi 27/30 hingga pesawat tempur masa depan generasi 4.5 baik K/IFX buatan Indonesia Korea dan pesawat tempur modern lainnya.

Direncanakan, pesawat jenis tersebut juga akan dilengkapi radar udara sehingga akan mampu mengubah misi dari latih jet langsung bisa digunakan pada semua misi operasi, baik misi udara ke udara atau udara ke darat baik siang atau malam pada segala cuaca.

KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia sebelumnya mengatakan, TNI Angkatan Udara merasa bangga karena pemerintah telah memberikan alutsista canggih berupa pesawat T 50i Golden Eagle buatan Korea Selatan ini.

"Pesawat ini nantinya akan dioperasikan di Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahyudi madiun menggantikan pesawat Hawk MK 53 setelah dioperasikan sejak tahun 1980 an. Dengan bertambahnya alutsista ini diharapkan mampu melaksanakan tugas lebih optimal dalam mengamankan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI ini," ujarnya.

KSAU menambahkan, rencana ke depan, delapan unit pesawat dari 16 pesawat T 50i Golden Eagle ini dipersiapkan sebagai Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang pernah dimiliki TNI AU yaitu Elang Biru.

Sementara itu, Komandan Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahyudi Letkol Pnb Wastum merasa bangga memperoleh kesempatan menerbangkan pesawat tempur T 50i Golden Eagle buatan Korea ini.

Sumber: Antara

RI-Spanyol Terus Tingkatkan Kerjasama Pertahanan

Written By Jurnal Pertahanan on Kamis, 06 Februari 2014 | 16.55

Madrid - Indonesia dan Spanyol terus meningkatkan kerjasama pertahanan. Dijadwalkan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Spanyol Pedro Morenes bertemu di Madrid hari ini.

Demikian disampaikan Atase Pertahanan RI Madrid Kol. Laut (E) Agus Adriyanto kepada detikcom Den Haag, Rabu (6/2/2014).

Menurut Athan, Kementerian Pertahanan Spanyol menyambut Menhan RI sebagai sahabat istimewa, antara lain dengan menyediakan pesawat jet khusus milik Angkatan Udara Spanyol untuk transfer dari Bandara Barajas Madrid ke markas Airbus Military, San Pablo, Sevilla.

Sementara itu Dubes RI Yuli Mumpuni Widarso menyampaikan bahwa kunjungan Menhan RI ke Spanyol ini sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama dalam bidang pertahanan, yang telah ditandatangani oleh kedua menteri pertahanan di Jakarta pada 13/2/2013.

MoU ini diprakarsai oleh Indonesia-Spanyol pada 2007 dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang sains serta penggunaan sistem dan perlengkapan militer, kerjasama operasi militer dan kerjasama pengembangan industri penerbangan.

Sehari sebelumnya Menhan RI didampingi Dubes meninjau persiapan penyerahan pesawat C-295 unit keenam di markas Airbus Military (European Aeronautic Defence and Space Company/EADS), Sevilla, Spanyol.

 Pesawat angkut taktis militer C-295, selanjutnya CN-295 adalah bagian dari kerjasama produksi dan pengembangan industri penerbangan sesuai MoU sejumlah 9 unit dari penyerahan angkatan pertama.
Sebanyak 7 unit awal diproduksi di Sevilla dan 2 unit lainnya di Bandung. Selanjutnya untuk produksi 7 unit berikutnya dari angkatan kedua (totalnya 16 unit atau 1 skuadron) juga diproduksi di Bandung.

Menhan juga meninjau produksi pesawat angkut militer super jumbo A-400 dan pesawat tempur Eurofighter (Typhoon) serta mendapat penjelasan dari EADS mengenai dua pesawat tersebut.

"Melalui kerjasama ini diharapkan Indonesia-Spanyol memperluas kerjasama di bidang lainnya, termasuk bidang maritim khususnya pembangunan kapal," pungkas Dubes.

Sumber: Detik.Com

Indonesia - Belanda Tandatangani MoU Kerjasama Pertahanan

Den Haag, - Pemerintah Indonesia bersama Kerajaan Belanda sepakat menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pertahanan. MoU yang diteken di Den Haag, Belanda itu meliputi 6 bidang, mulai dari pertukaran informasi, teknologi hingga pelatihan.

Berdasarkan siaran pers yang diterima, Kamis (7/2/2014), kerjasama itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Kerajaan Belanda Jeanine Hennis Plasschaert, di Den Haag, Belanda pada Selasa (4/2).

Penandatanganan itu dianggap menjadi tonggak sejarah penting bagi hubungan RI-Kerajaan Belanda khususnya di bidang pertahanan. Kedua negara sepakat memperkuat hubungan persahabatan dan kerjasama teknis yang telah terjalin sejak lama berdasarkan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah, prinsip-prinsip kesetaraan, tidak mencampuri urusan dalam negeri dan saling menguntungkan.

Kerjasama itu mencakup enam bidang yaitu: pertama, dialog strategis mengenai isu keamanan regional dan internasional; kedua, pertukaran kunjungan pejabat pertahanan kedua negara, baik pejabat militer maupun sipil; ketiga, kerjasama materiil pertahanan meliputi kerjasama produksi, pemeliharaan dan dukungan logistik, pertukaran dan alih teknologi dan informasi, pelatihan teknis personil dan kerjasama industri pertahanan.

Lalu keempat, pertukaran informasi dan pengalaman dalam hukum militer dan sejarah militer, penanggulangan bencana, ilmu pengetahuan dan teknologi, intelijen militer dan keamanan maritime; kelima, memperkuat hubungan antar angkatan bersenjata kedua negara di bidang pendidikan dan pelatihan, kunjungan kapal, logistik dan operasi pemeliharaan perdamaian; dan keenam, kerjasama pengembangan sumber daya manusia pertahanan kedua negara melalui pendidikan dan pelatihan.

Di bidang pendidikan militer, Belanda juga menawarkan pendidikan bagi para Taruna AAL untuk menyelesaikan pendidikan penuh di Akademi Pertahanan Negeri Belanda. Sedangkan di bidang hukum, melalui Universitas Leiden, pihak Belanda juga membuka tawaran bagi para personel pertahanan RI untuk mengikuti pendidikan pasca-sarjana (S2).

Selain penandatanganan MoU, Menhan RI dan Menhan Belanda juga melakukan pertemuan bilateral bertukar pandangan mengenai situasi keamanan regional dan internasional serta membahas perkembangan proyek pengadaan kapal frigat TNI AL.

Dalam kunjungan selama 3 hari itu, Menhan RI juga berkesempatan meninjau galangan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) di Vlissingen, lalu kunjungan ke Akademi Pertahanan Belanda (NLDA) di Breda, Universitas Leiden di Leiden dan TNO (Nederlandse Organisatie voor Toegepast Natuurwetenschappelijk Onderzoek – Dutch Organization for Applied Scientific Research) di Den Haag.

Kaltim Pertimbangkan Bentuk Badan Pengelola Perbatasan Baru Yang Lebih Kuar

Written By Jurnal Pertahanan on Rabu, 29 Januari 2014 | 00.13

BALIKPAPAN - Badan pengelolaan kawasan perbatasan pedalaman dan daerah tertinggal di Kalimantan Timur sedang dipertimbangkan untuk dihapuskan karena fungsi dan perannya selama ini dianggap belum optimal.

Ketua Pansus Raperda tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain Perangkat Daerah Provinsi Kaltim Suwandi mengatakan fungsi badan pengelolaan kawasan perbatasan seharusnya tidak hanya mengawasi tetapi juga bisa mengeksekusi program yang ada.

Selama ini, program badan pengelola perbatasan sebagian besar berupa kegiatan pengawasan dan koordinasi.

“Karena itu dipertimbangkan untuk dibuat badan baru yang lebih kuat. Eselonnya akan ditingkatkan agar lebih efektif,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).

Karena itu, pembentukan badan baru akan dimatangkan melalui keberadaan panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPRD Provinsi Kaltim. Tim akan bekerja menyerap aspirasi dari sekaligus melakukan uji publik kepada masyarakat setelah draft peraturan daerah terbentuk.

Selain meninjau kembali keberadaan badan pengelola kawasan perbatasan, Pansus itu juga mempertimbangkan fungsi badan narkotika nasional. Sinkronisasi kelembagaan diharapkan bisa mendorong efektifitas keberadaan lembaga atau badan yang dibentuk sehingga penggunaan anggaran juga bisa tepat sasaran.

TNI AU berencana mengganti pesawat F5 Tiger yang akan dipensiunkan

JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menginginkan pesawat Sukhoi SU-35 sebagai pengganti deretan pesawat F5 Tiger milik TNI AU yang segera habis masa kerjanya. Pilihan itu, menurut Moeldoko, berkaitan kesinambungan dengan armada Sukhoi yang sudah dimiliki oleh TNI AU sebelumnya.

Namun selain sisi kesinambungan generasi Sukhoi, ada beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan TNI dan pemerintah dalam memutuskan pesawat mana yang akan dipilih nantinya. “Ada pertimbangan maintenance, pertimbangan interoperated ability, dan pertimbangan geopolitik dan strateginya juga. Kemungkinan resiko ke depannya juga,” jelas Moeldoko saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/01/2014).

Dia menjelaskan, pihaknya juga mempertimbangkan perkembangan kawasan ASEAN, apalagi melihat perkembangan pesat dinamika di Laut China Selatan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, TNI AU berencana mengganti pesawat F5 Tiger yang akan dipensiunkan.

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal IB Putu Dunia telah mengajukan beberapa pilihan pesawat pengganti kepada Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan. Hingga saat ini, TNI AU mengutamakan pilihan kepada pesawat Sukhoi SU-35 buatan Rusia, SAAB Gripen buatan Swedia, dan F15 Strike Eagle buatan Amerika Serikat.

Sumber: Sragerpos.com

Wamenhan dan Komisi I DPR Bahas Pengadaan Satelit Pertahanan

Komisi I DPR melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dengan agenda rapat dengar pendapat (RDP). Sjafrie mengatakan, Komisi bidang pertahanan dan keamanan memberi dukungan penuh untuk melakukan pengadaan satelit pertahanan.

"DPR berikan satu dukungan satu sisi dari sistem pertahanan ini memang layaknya suatu institusi itu tidak terganggu. Baik secara administrasi maupun teknis," ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1).

Lebih lanjut, Sjafrie menegaskan, penting adanya satelit untuk memperkuat pertahanan negara sebesar Indonesia. "Memang perlu. Tinggal sekarang bagaimana kemampuan anggaran bisa mendukung kebutuhan dari sistem pertahanan yang sudah didukung oleh politik anggaran," jelas Sjafrie.

Sedangkan kerjasama pertahanan yang melibatkan tiga kementerian di antaranya Kemenhan, Kominfo dan Sekneg, jelas Sjafrie adalah mengenai kerjasama Cyber. Namun, ketika ditanya berapa anggaran untuk semua proyek tersebut, Sjafrie mengaku lupa.

"Kalau kita bicara cyber, ini jadi domain secara nasional di Kominfo. Kita kan ambil network-nya yaitu cyber defense atau cyber nasional. Ada cyber defense, cyber crime. Tapi kan kalau untuk satu satelit hanya dipakai cyber defense kan sayang ya. Maka mungkin kita kaitkan dengan cyber nasional," jelas Sjafrie.

"Saya enggak tahu berapa harga satelit. Saya kira Indonesia perlu memiliki satelit untuk pertahanan dan penting. Kemampuan pertahanan harus didukung oleh berbagai komponen termasuk satelit," tandasnya.

Sumber: Merdeka.Com

TNI menjamin keamanan dan keutuhan NKRI dari ancaman terorisme

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 28 Januari 2014 | 23.57

Jakarta- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahrir Qamar mengatakan TNI menjamin keamanan dan keutuhan NKRI dari ancaman terorisme yang bisa saja muncul sewaktu-waktu.

"Apapun keadaannya TNI harus siap terhadap berbagai kemungkinan. Karena ancaman teroris itu ada yang bisa diprediksi tetapi ada yang perlu dipersiapkan untuk diantisipasi," kata Boy usai upacara penutupan Latihan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI dengan sandi "Waspada Nusa V tahun 2014 di Batalyon Komando 461 Paskhas Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (29/1).

TNI menggelar latihan Satgultor TNI ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satuan Gultor TNI dan menangani kontijensi aksi teror, terutama pada saat pelaksanaan Pemilu 2014.

Marsyda Boy menuturkan, latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satuan Gultor TNI.

“Penyelenggaraan latihan juga untuk meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan staf Satuan Penanggulangan Teror TNI dalam merumuskan Rencana Operasi serta tercapainya kesiapsiagaan operasional, baik dalam sistem penangkalan dan penindakan yang handal dalam rangka penanggulangan aksi terorisme," tuturnya.

Dia mengatakan, urgensi latihan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kontijensi aksi teror yang mengancam kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama pada saat pelaksanaan Pemilu 2014.

Terkait tugas pengamanan pemilu. Marsyda Boy mengatakan pada prinsipnya TNI siap mengamankan Pemilu agar berjalan aman tertib dan lancar.

Selanjutnya, meski latihan Satgultor ini dilaksanakan dengan pengkhususan bagi matra udara, Boy menuturkan TNI AD melalui Kopassus dan TNI AL melalui Marinir juga memiliki objek pelatihan sendiri untuk mengatasi teroris yang ada.

Dia menambahkan, latihan tiap tahun ini rutin dilakukan karena dalam masa damai, tugas prajurit adalah berlatih.

Latihan Waspada Nusa V ini juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional sekaligus menjawab permasalahan terkait aksi teroris di obyek vital strategis serta meningkatkan integrasi dan keterpaduan antar Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Polri, dan Satuan Gultor dalam melaksanakan fungsi, peran dan tugasnya secara terpadu di lapangan dalam satu kesatuan komando.

Sebelumnya, latihan “Waspada Nusa V” ini dibagi dalam 2 tahap. Masing-masing Latihan Posko yang dilaksanakan mulai 24 - 25 Januari 2014 di Batalyon Komando 461 Paskhas Jakarta. Sedangkan Latihan Lapangan dilaksanakan mulai 27- 29 Januari 2014 di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Peserta latihan kali ini melibatkan sebanyak 507 orang, terdiri dari 35 orang penyelenggara, 55 personel Sat-81 TNI AD, 37 personel Denjaka TNI AL, 38 personel Satbravo90 TNI AU, 5 personel Bais TNI dan 337 personil unsur pendukung.

Sumber: metrotvnews.com

TNI Nyatakan Siap Amankan Pelaksanaan Pemilu 2014

JAKARTA -- TNI menyatakan, siap mengatasi gangguan keamanan dalam pelaksanaan pemilu 2014. Termasuk pengamanan pemilu di Papua yang seringkali terjadinya gangguan oleh kelompok sipil bersenjata.

"Apa pun situasinya dalam rangka menghadapi pesta demokrasi 2014 ini, TNI selalu siap dan siaga menghadapi berbagai macam gangguan keamanan yang terjadi," kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya Boy Syahril Qamar, Rabu (29/1).

Menurutnya, sudah ada kerja sama antara TNI dan KPU untuk pengamanan dan pengawalan distribusi logistik pemilu 2014. Termasuk di daerah Papua yang tingkat kerawanannya tinggi.

Latihan pun digelar guna antisipasi dan merespon kemungkinan terjadinya aksi teror yang mengancam kepentingan bangsa menjelang pemilu.

Ia menjelaskan, latihan juga dilakukan dalam rangka pembinaan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit.

"Latihan diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas satuan Gultor TNI yang dihadapkan pada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme," ucapnya.

Menurutnya, seluruh prajurit harus satu persepsi dan menjadi kekuatan utuh di mata masyarakat. Karenanya, ego sektoral yang dapat menimbulkan kelemahan dan menjadi penghambat harus ditanggalkan.

Sumber : Republika

Defence Media Center

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"",

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger