Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"

KEBIJAKAN PERTAHANAN NEGARA

Lihat berita lainnya »

PERBATASAN

Lihat berita lainnya »

ALUTSISTA TNI

Lihat berita lainnya »

INDUSTRI PERTAHANAN

Lihat berita lainnya »

KERJASAMA DAN DIPLOMASI

Lihat berita lainnya »

PRODUK DALAM NEGERI

Lihat berita lainnya »

Latest Post

TNI AL Jadi Tulang Punggung Pertahanan Maritim Indonesia

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 29 Mei 2018 | 17.14

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) merupakan salah satu tulang punggung untuk mewujudkan lima poros maritim dunia. Yaitu pembangunan budaya maritim, pengelolaan sumber daya kelautan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, pengembangan diplomasi maritim serta pembangunan kekuatan pertahanan maritim khususnya pada bidang pertahanan maritim Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dari Laksamana TNI Ade Supandi kepada Laksamana TNI Siwi Sukma Adji di Lapangan Trisila Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (28/5/2018).
Menurut Marsekal Hadi, organisasi TNI AL merupakan bagian dari organisasi kenegaraan yang memiliki tugas sangat penting dalam menegakkan kedaulatan negara di laut dan menjaga keutuhan wilayah NKRI dari segala ancaman dan gangguan.
“Dalam menjalankan tugas, peran dan fungsi TNI AL, tidak terlepas dari tantangan dan hambatan yang selalu diwarnai oleh dinamika perkembangan lingkungan strategis di sekitar kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan untuk dapat menjalankan tugas TNI AL yang cukup berat dalam menjaga kedaulatan NKRI serta memimpin sektor kemaritiman Indonesia, maka TNI AL membutuhkan penguatan organisasi.
“Hal ini menjadi salah satu program prioritas Panglima TNI yaitu membentuk empat satuan baru, dua diantaranya adalah satuan TNI AL yaitu Koarmada III dan Pasmar 3 Korps Marinir di Sorong beberapa waktu yang lalu,” katanya.
Panglima TNI menjelaskan penguatan organisasi TNI AL ini mensyaratkan kebutuhan akan personel-personel yang kompeten dan memiliki kredibilitas, dedikasi serta loyalitas tinggi, untuk dapat mengemban tugas-tugas yang tidak ringan.

Kasal : Denjaka Siap Dikerahkan Untuk Atasi Aksi Terorisme

Written By Jurnal Pertahanan on Sabtu, 26 Mei 2018 | 07.53

Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menegaskan, pasukan elite TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) melalui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) siap dikerahkan untuk mengatasi aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air.
"Kesiapan TNI AL sebelum adanya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) sudah siap. Prajurit elite kita sudah siap, tinggal perintah Panglima TNI langsung saja," kata KSAL di sela-sela Pembacaan Memorandum Sertijab KSAL dari Laksamana Ade Supandi kepada Laksamana Siwi, yang digelar di atas KRI -591 Surabaya yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/5).
Koopsusgab merupakan gabungan dari tiga matra militer, seperti Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 TNI AU. Satuan elite tersebut dibentuk pada awal 2015 oleh Jenderal (Purn) Moeldoko ketika menjabat Panglima TNI.
Menurut Siwi, pasukan elite dari tiga matra yang disiapkan berjumlah 90 orang. Mereka yang dipilih itu memiliki keahlian khusus dalam hal penanganan aksi terorisme.
Namun demikian, pasukan tersebut hanya bisa diturunkan apabila sudah ada keputusan politik, seperti Perpres dari Presiden Joko Widodo.
"Kalau itu ada perintah, ya kita laksanakan. Misalnya, operasi di Marawi (Filipina Selatan) yang langsung digelar dan sampai sekarang masih berlangsung antara tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina," ujarnya.
Selain itu, pelibatan pasukan elite untuk menangani terorisme pun tidak perlu mengubah doktrin militer. Prinsipnya, TNI AL sangat siap apabila jadi dilibatkan dalam satuan Koopssusgab.
Terkait UU Antiterorisme yang baru disetujui oleh DPR, Siwi menyambut baik dan pasukannya siap dikerahkan untuk membantu kepolisian mengatasi terorisme.
Sumber: ANTARA

Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji Resmi Resmi Dilantik Presiden Jadi Kasal

©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menggantikan Laksamana Ade Supandi yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2018. Siwi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43/TNI/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kasal.Array
Pelantikan yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5), diawali dengan pengucapan sumpah jabatan oleh Siwi yang dibimbing langsung Presiden Jokowi. Siwi berjanji akan menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi sumpah prajurit TNI.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini baik langsung maupun tidak langsung dengan rupa atau dalih apa pun juga tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siaap pun juga," ucap Siwi.
"Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga, yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya," sambungnya.
Setelah pelantikan, Jokowi menaikkan pangkat Siwi satu tingkat menjadi Laksamana TNI. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 TNI tahun 2018 tentang kenaikan pangkat dalam golongan Perwira Tinggi TNI.
Keppres yang ditandatangani Jokowi pada hari ini dibacakan langsung oleh Sekretaris Militer Presiden Marsma Trisno Hendradi. Usai pembacaan Keppres, Jokowi menyematkan pangkat ke pundak Siwi yang dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat.
Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.
Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.
Sebelum dilantik jadi Kasal, Siwi menjabat sebagai Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI. Dia juga pernah menjadi Panglima Koarmabar menggantikan Laksda TNI Achmad Taufiqoerrochman dan Kepala Departemen Operasi KRI Untung Suropati-372.
Alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 30 lulus yang pada tahun 1985 ini pernah menduduki posisi Palaksa KRI Teluk Sampit-515, Komandan KRI PRB-728, Komandan KRI STS-376, dan Komandan KRI Nala. Dia juga sempat menjabat sebagai Komandan KDA, Komandan Lanal Pontianak, Komandan Selapa Pusdikopsla, Komandan Satran Koarmatim, Asrena Pangkolinlamil, Asops Pangarmabar, dan Komandan Guskamlatim. [eko]

HUT Kodam IX/Udayana ke-61, TNI Perbaiki Rumah Veteran di Gianyar

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Mata Ni Nyoman Sarni (85) berkaca-kaca, saat melihat rumah yang sebelumnya reyot dengan alas tanah, warisan suaminya, veteran almarhum  Wayan Nyampuh, akhirnya bisa ditinggalinya dengan nyaman.

Perbaikan tersebut dilakukan oleh TNI. Pihaknya berterima kasih terhadap TNI yang telah memperhatikan kondisi keluarganya.

Terlebih lagi, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto langsung mendatangi kediamannya, untuk meninjau kegiatan rehab rumah tersebut, Jumat (25/5/2018).

Informasi dihimpun Tribun Bali, sebelum diperbaiki oleh TNI, kondisi rumah Ni Nyoman Sarni rusak berat. Mulai dari atapnya bocor, pondasi keropos serta masih beralaskan tanah.

Namun, pihak keluarga tidak mampu memperbaikannya lantaran keterbatasan ekonomi. Mengetahui kondisi tersebut, pihak TNI pun langsung mendatangi rumah Dadong Sarni.

Perbaikan langsung diakukan secara total. Mulai dari membuat pondasi dari tiang beton, pemasangan keramik, dan sebagainya.

“Kami selama ini tinggal di rumah yang sederhana sekali. Atas bantuan Bapak Pangdam, akhirnya sekarang saya bisa tidur dengan nyaman,” ujar Sarni.

Sebelum diperbaiki, Dadong Sarni tidak pernah bisa tidur nyenyak. Terlebih lagi ketika musim hujan. Namun dia tidak memiliki pilihan lain, lantaran perekonomian yang pas-pasan.

Sebab anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga hanya bekerja sebagai buruh, pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya ucapkan banyak terima kasih sekali, karena Pangdam sudah memberikan perhatian pada kami,” ujarnya.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto mengatakan, rehab rumah ini serangkaian HUT Kodam IX/Udayana ke-61. Rumah Nyoman Sarni merupakan satu dari empat rumah veteran di Kabupaten Gianyar, yang diperbaiki pihaknya.

Di antaranya, rumah milik Veteran Ketut Tjekug (92) di Banjar Gelumpang Sukawati. Rumah Veteran (alm) Buntak di Banjar Tampad Batubulan. Rumah Veteran I Ketut Cablek (92) di Banjar Petak, Gianyar.

“Kegiatan rehab rumah ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada veteran pejuang, karena para veteran adalah keluarga besar TNI,” ujarnya.

Benny mengaku perihatin. Sebab hingga saat ini, masih banyak veteran maupun keluarganya hidup dalam keterbatasan. Benny berharap, semua pihak yang memiliki rasa kepedulian, supaya memperhatikan nasib-nasib para veteran dan keluarganya.

“Sampai saat ini masih banyak yang memerlukan bantuan pemerintah dalam hal kesejahteraan. Kami berharap kepedulian ini dilakukan oleh banyak pihak, sehingga ke depannya para veteran dan keluarganya dapat hidup lebih layak lagi,” harap Mayjen Benny.

Sumber: http://bali.tribunnews.com/2018/05/25/tni-perbaiki-rumah-veteran-di-gianyar?page=3

Gubernur Sulut: Untuk Gerakan Sertor Ekonomi, Warga di Perbatasan Butuh Perhatian Telekomunikasi

Manado (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan warga di wilayah perbatasan membutuhkan perhatian pemerintah di bidang telekomunikasi dan informasi dapat menggerakkan sektor ekonomi, jasa dan perdagangan termasuk di antaranya pariwisata .

"Mereka (warga perbatasan) butuh perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat," kata Gubernur di Manado, Sabtu.

"Kemajuan di berbagai sektor ini tentu akan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat," katanya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan proyek "Palapa Ring" tengah yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara akan menjangkau hingga wilayah kabupaten kepulauan di Sulut.

Pembangunan infrastruktur itu akan menyelesaikan persoalan telekomunikasi spot-spot di daerah kepulauan.

"Kami berharap proyek Palapa Ring tengah ini mendapatkan dukungan dan sambutan pemerintah kabupaten dan kota. Kerja sama pemerintah pusat dengan seluruh masyarakat yang menjadi target Kementerian Kominfo bisa berjalan dengan baik," harap Gubernur.

"Palapa Ring" merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optic di seluruh Indonesia termasuk Sulut sepanjang 3.600 kilometer.

Proyek ini akan akan menjangkau 440 kabupaten/kota di Indonesia termasuk wilayah Sulut.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/713659/olly-wilayah-perbatasan-butuh-perhatian-telekomunikasi

Prajurit Kodam III/Siliwangi Jaga Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia


Warta Ekonomi.co.id, Bandung -
Kodam III/Siliwangi kembali memberangkatkan Prajurit-Prajurit terbaiknya yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 320/Badak Putih di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara.
Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurcahyanto melepas  keberangkatan 450 personil Satgas Yonif 320/Badak Putih dalam menjaga beranda  depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperbatasan RI - Malaysia. 
Nurcahyanto mengatakan satgas Pamtas Yonif 320/BP akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama lebih kurang 8 bulan untuk menggantikan Satgas Pamtas terdahulu Yonif 123/Rajawali Kodam I/Bukit Barisan yang telah tiba masanya untuk dirotasi.
"Satgas Yonif 320/BP sebelumnya sudah pernah tugas operasi dan berhasil mendapatkan penghargaan dari Panglima TNI, diharapkan pada kesempatan ini juga dapat menunjukkan prestasi yang sama bahkan lebih," katanya, Jumat (26/5/2018).
Sebelum berangkat tugas ke daerah operasi, Satgas Pamtas Yonif 320/BP sudah dapat pembekalan dengan melaksanakan latihan pratugas, diharapkan juga dapat membekali seluruh Prajurit dalam melaksanakan tugas pamtas RI-Malaysia.
Selanjutnya, dipastikan bagi Prajurit yang akan melaksanakan tugas operasi Pamtas akan tetap melaksanakan ibadah puasa di daerah perbatasan dan sangat dimungkinkan akan melaksanakan lebaran didaerah perbatasan, namun hal ini merupakan konsekwensi tugas Prajurit dalam mengamankan perbatasan NKRI, serta tetap melaksanakan tugas dan panggilan tugas Prajurit meskipun jauh dari keluarga saat melaksanakan hari raya lebaran.
"Karena pengamanan perbatasan darat menjadi salah satu tugas TNI AD sesuai dengan amanah UU TNI No. 34 Tahun 2004," ujarnya.
Melaksanakan tugas operasi merupakan salah satu kebanggaan bagi setiap Prajurit karena tugas operasi akan memberikan nilai lebih, selain itu tugas operasi akan mendewasakan diri dan memberikan pengalaman yang tiada terkira.
Keberhasilan dalam tugas operasi pamtas akan berdampak positif pada upaya menjaga keutuhan NKRI, selain itu untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas TNI sebagai Institusi Pertahanan Negara.
Kasdam tegaskan menegaskan Setiap Komandan dalam Satgas memiliki wewenang dan tanggung jawab yang besar, oleh karena itu harus dapat memimpin dan membawa anggotanya dengan baik agar pada pelaksanaannya dapat memimpin dan melaksanakan tugas dengan baik pula.
"Keberhasilan dalam tugas sekaligus akan meningkatkan Citra Yonif 320/BP dan  Kodam III/Siliwangi sebagai salah satu satuan terpercaya di jajaran TNI AD," pungkasnya.

Menhan RI Hadiri Pertemuan Menhan Se-Asean di Singapura

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 06 Februari 2018 | 16.51

Photo Istimewa
Singapura - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menghadiri ASEAN Defense Minsiters' Meeting (ADMM) Retreat atau pertemuan para menteri pertahanan se-ASEAN di Singapura hari ini. 

Acara ADMM tersebut diawali dengan breakfast meeting para Menhan se-ASEAN. Breakfast meeting tersebut digelar di Summer Pavilion The Ritz Carlton Milenia, Singapura, Selasa (6/2/2018). 

Menhan Ryamizard disambut hangat oleh panitia acara sesampai di depan Summer Pavilion The Ritz Carlton Milenia Singapura. 

Informasi yang dihimpun dari detik.com, hampir seluruh menteri pertahanan di negara yang tergabung dalam ASEAN hadir di breakfast meeting tersebut. Tampak Menhan Malaysia Hishammudin Hussein hadir di lokasi. 

Setelah breakfast meeting, Menhan akan menghadiri sidang ADMM Retreat, masih di The Ritz Carlton hotel. Pertemuan ini mengambil tema 'Strengthening Cooperation Building Resilience' atau memperkuat kerjasama membangun ketahanan. 

ADMM Retreat di Singapura ini dijadwalkan berlangsung sampai 7 Februari 2018 besok. 

Masih dalam kunjungan kerjanya di Singapura kali ini, Menhan Ryamizard juga akan melakukan berbagai kegiatan, salah satunya menghadiri Singapore Airshow 2018. Acara itu dijadwalkan dimulai selepas sidang ADMM Retreat, siang hari ini waktu Singapura.

Sumber: Detik.Com

Tangkal Terorisme di Kawasan, Indonesia dan lima negara ASEAN Kerjasama Informasi Strategis

Nusa Dua - Dalam rangka memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan khususnya terorisme dan radikalisme, Indonesia bersama lima negara ASEAN yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura telah menyepakati kerja sama di bidang pertukaran informasi strategis dengan nama “Our Eyes”.
Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan acara “Our Eyes” Soft Launching melalui pemukulan gong dan penandatanganan Joint Statement secara bergantian oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Brunei Darussalam Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Aziz bin Haji Mohd Tamit, Wamenhan Malaysia YB Dato’ Sri Mohd Johari bin Baharum, Undersecretary for Defence Operation DOD Philippines Cesar B. Yano, Senior Minister of State for Defence and Foreign Affairs Singapore Dr. Mohammad Maliki bin Osman dan Wamenhan Thailand Jenderal Chaichan Changmonkol, Kamis (25/1) di Nusa Dua, Bali.
Menhan RI mengatakan, soft launching “Our Eyes” merupakan wujud konkrit kerja sama enam negara di kawasan dalam rangka perang terhadap terorisme dan radikalisme yang sedang berkembang pesat dan telah menjadi kekhawatiran hampir semua negara di dunia dewasa ini.
Menurut Mehan RI, kecenderungan perkembangan lingkungan strategis di masa kini semakin sulit diprediksi dan penuh ketidakpastian. Ancaman dimasa depan tidak lagi hanya ancaman konvensional atau ancaman konflik antar negara, namun ancaman realistis dari ideologi tertentu dan kelompok masyarakat lintas negara yang tidak puas dan terpinggirkan menjadi semakin nyata.
Di saat kawasan ini sedang menghadapi ancaman nyata di depan mata, lebih lanjut dikatakan Menhan RI, melalui Soft Launching “Our Eyes” ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi kepemimpinan pertahanan terkait perang terhadap terorisme dan radikalisme di kawasan.
Soft Lounching “Our Eyes” ini juga dapat menjadi barometer awal kerja sama enam negara yang paling terpengaruh terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Bahkan bukan tidak mungkin di masa depan, kerja sama “Our Eyes” akan berkembang bukan saja terkait bidang terorisme dan radikalisme tetapi meningkat di bidang kerja sama keamanan lainnya.
“Saat ini baru melibatkan 6 dari 10 negara ASEAN, namun diharapkan di masa depan, forum “Our Eyes” akan berkembang keanggotaannya secara lebih luas di masa mendatang”, tambahnya.
Konsep “Our Eyes” merupakan platform kerja sama konkrit yang digagas oleh Menhan RI dan telah didukung secara aklamasi oleh para Menhan ASEAN. Konsep ini seperti konsep “Five Eyes” Amerika dan sekutunya yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan/militer dan jaringan intelijen secara terintegrasi.
Latar belakang gagasan atau inisiatif kerja sama “Our Eyes” ini dipengaruhi oleh adanya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Mengingat masing – masing negara memiliki cara yang berbeda dalam menanggulangi ancaman tersebut, maka dibutuhkan sinergitas dan koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi yang strategis.

Defence Media Center

Kementerian Pertahanan

HARI BELA NEGARA 2015

HARI BELA NEGARA 2015

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"

Terima kasih

Admin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger