Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"

PERBATASAN

Lihat berita lainnya »

ALUTSISTA TNI

Lihat berita lainnya »

INDUSTRI PERTAHANAN

Lihat berita lainnya »

KERJASAMA DAN DIPLOMASI

Lihat berita lainnya »

PRODUK DALAM NEGERI

Lihat berita lainnya »

Latest Post

Pemerintah Dorong Industri Pertahanan Juga Berguna Untuk Keperluan Sipil

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 12 Januari 2015 | 16.45

JAKARTA - Pemerintah akan mendorong industri pertahanan untuk mampu menyerap dan mengembangkan teknologi terkini sehingga menjadi salah satu lokomotif penggerak industri nasional.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menjelaskan misi pertamanya harus bisa menuju kemandirian pertahanan setiap kalau ada pengadaan alutsista atau senjata selalu harus dibarengi transfer teknologi.

"Kalau bisa industri pertahanan menjadi andalan lokomotif industri ke depan untuk menyerap teknologi terkini," tegasnya.

Andi mengatakan pemerintah juga mendorong agar industri pertahanan tidak hanya berguna bagi pengembangan alat-alat militer tetapi juga untuk penggunaan di kalangan sipil.

Seskab mengatakan kunjungan Presiden ke PT Dok dan PT PAL di Surabaya pada Sabtu (10/1) lalu merupakan salah satu langkah untuk memahami sumber masalah di industri pertahanan dan kemudian diselesaikan, sehingga industri pertahanan nasional dapat berkembang.

Sementara itu Presiden Joko Widodo saat mengunjungi PT PAL mengatakan pada dasarnya perusahaan tersebut telah memiliki kemampuan dan fasilitas yang memadai untuk terus berkembang tinggal pengambangan pasar.

"Ini cukup untuk bisa sebagai awal mengembangkan industri maritim kita, tidak hanya PT PAL, sehingga memang perusahaan ini harus dipenuhi dengan pesanan, dan pastikan lima tahun ke depan sudah ada pesanan, sehingga persiapan manajemen, persiapan mesin-mesin bisa dipersiapkan untuk tidak membuat barang beraneka macam, fokus saja pada dua jenis barang, " ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Jokowi, proses produksinya lebih cepat, penguasaan barang lebih gampang, ini menurut saya, karena setiap tahunnya kadang ada, kadang tidak (ada pesanan-red), sehingga untuk platform offshore sudah diterima, order yang sebetulnya bukan di bidang keahlian bisa ngerjakan.

"Saya kira kalau kita ingin kembangkan industri maritim ya kita harus fokus, kalau kapal ya kapal. Kalau untuk kapal selam ya kapal selam, fokus terus," paparnya.

Kepala Negara menegaskan yang utama adalah pengembangan kemampuan manajemen, baru kemudian diikuti dengan pengembangan pasar, sambil disiapkan permodalannya selain selalu meningkatkan teknologi dan kemampuan mesin-mesin yang dimiliki.

Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Seskab Andi Widjajanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan sejumlah pejabat lainnya, Sabtu (10/1) meninjau PT PAL, PT Dok dan juga terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak.

Pada Senin (12/1) mendatang, menurut Seskab Andi Widjajanto, Presiden juga dijadwalkan meninjau industri strategis lainnya, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN di Bandung.

Presiden Joko Widodo berjanji akan memberi suntikan dana tambahan kepada PT Pindad

Bandung- Guna merealisasikan rencana perbaikan total di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan, Presiden Joko Widodo berjanji akan memberi suntikan dana tambahan kepada PT Pindad, sebagai perusahaan manufaktur yang menyediakan berbagai produk mesin seperti generator dan senjata untuk militer. Akan tetapi, janji tersebut baru akan dilunasi oleh Jokowi jika PT Pindad berhasil membuat total produksi mereka berlipat ganda.

"Jangan tergantung saja pada TNI, Polri, atau kementerian, tapi juga masuk ke pasar selain Indonesia kalau mau melipatkan produksi," ujar Jokowi dalam kunjungannya ke PT Pindad di Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1).

Janji suntikan dana tersebut dibuat Jokowi seusai berkeliling pabrik. Saat itu, Jokowi menilai manajemen produksi PT Pindad ada dalam kategori bagus dan sesuai dengan alur produksi. "Kalau tadi melihat line produksinya sangat bagus. Saya sebagai orang produksi melihatnya sangat bagus. Alur produksinya jelas," katanya.

Tak hanya itu, dia menambahkan, area produksi PT Pindad yang terbilang bersih kian membuktikan manajemen dijalankan dengan baik. "Kemudian alur dari raw material production (produksi bahan mentah) di mesin kemudian assembling (pemasangan), itu kelihatan," kata dia.

Oleh karenanya, Jokowi beranggapan, PT Pindad hanya perlu diberikan dorongan agar kapasitas produksi dapat berlipat ganda. Iming-iming suntikkan dana tersebut pun diakui Jokowi telah dikoordinasikan dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

"Kalau marketing bagus, produksi punya kemampuan, ya akan kita suntik. Dananya kita tambah, baik untuk investasi maupun modal kerja. Saya kira kita memang harus seperti itu," ujarnya.

Jokowi juga meminta agar jangan sampai alat-alat pertahanan banyak beli di luar negeri. "Kalau kita belum bisa berproduksi, ya join dengan luar. Tapi (produksinya) ya di sini. Semua arahnya ke sana," kata Jokowi.

Akhir Desember 2014, Jokowi sempat mengemukakan niatnya untuk melakukan perbaikan total di BUMN bidang pertahanan seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia.

Jokowi meminta BUMN pertahanan melakukan terobosan dengan membuat teknologi sipil-militer. Artinya, produksi bukan hanya bisa digunakan untuk kebutuhan pertahanan, tapi juga nonpertahanan alias komersial atau industri pertahanan sipil.

Sementara itu, PT Pindad menganggarkan investasi Rp 700 miliar tahun ini untuk menggenjot produksinya. Ini seiring dengan meningkatnya permintaan pemerintah terhadap produk alat utama sistem senjata (alutsista) keluaran PT Pindad.

Tahun ini, PT Pindad berencana untuk melakukan ekspansi dan modernisasi alat produksi. Dari Rp 700 miliar yang dibutuhkan PT Pindad, Rp 300 miliar ditujukan untuk modernisasi peralatan militer tua, Rp 300 miliar guna memproduksi alutsista untuk Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri, sedangkan Rp 100 miliar untuk menjalin kerja sama dengan luar negeri.

Jokowi berharap suntikan Rp 700 miliar itu dapat berdampak kepada perekonomian negara. "Jangan sampai kita beli di luar dan juga mengganggu neraca perdagangan kita," ujar dia.

Saat ini, ungkap Jokowi, produksi unggulan PT Pindad berupa pistol, senjata, kendaraan tempur, amunisi, dan panser. "Kita kan local contain bisa 80 persen. Menurut saya ke depan sudah mulai didorong terus," ujar dia.

Sumber: CNN Indonesia

Presiden Jokowi Tinjau PT Pindad

Bandung - Dalam kunjungan kerjanya ke beberapa tempat di Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi lokasi pembuatan senjata, PT Pindad, Senin sore 12 Januari tadi. Dalam kunjungannya itu, presiden memuji sistem produksi PT Pindad. “Itu memperlihatkan manajemen produksi itu baik atau tidak baik.

Alur mulai dari raw material, produksi di mesin, kemudian assembling itu kelihatan,” kata Jokowi di sela-sela peninjauannya ke PT Pindad, Bandung. Yang perlu didorong dari PT Pindad menurut Jokowi, jumlah kapasitas produksinya terus meningkat. Di menilai hal itu bergantung pada marketingnya.

“Marketingnya jangan bergantung saja pada TNI-Polri dan kementerian saja. Tapi harus masuk ke pasar di luar Indonesia,” tambah presiden. Presiden mengaku sudah menyampaikan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno agar mendorong marketing PT Pindad menjadi lebih baik.

Termasuk dengan menyuntik Penyertaan Modal Negara (PMN)-nya, baik untuk investasi atau untuk modal kerja. Dia berharap pertahanan Indonesia tidak hanya bergantung pada alutsista impor, melainkan dapat memproduksi sendiri.

“Kita harus seperti itu, jangan sampai alat-alat pertahanan itu kita banyak beli di luar. Kalau memang kita belum bisa berproduksi ya join dengan luar, tapi (produksinya) di sini. Arahnya akan ke sana,” tegas presiden.

Diakui presiden memang masih ada beberapa peralatan yang belum mampu diproduksi oleh Indonesia. Tetapi, lanjut Presiden, ia telah mengarahkan untuk join dengan industri pertahanan lainnya. “Senjata, kendaraan tempur, panser local contentnya bisa 80 persen,” kata presiden. 

Sumber: Fajar.co.id

Kementerian PU dan PUPR Siapkan Rp2 triliun untuk pembangunan kawasan perbatasan

Written By Jurnal Pertahanan on Rabu, 07 Januari 2015 | 17.49

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk pembangunan kawasan perbatasan. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur pendukungnya.

"Masalah perbatasan merupakan visi dan misi Presiden Jokowi dan idenya sudah lama tapi tidak diberikan prioritas," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, usai menerima kunjungan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis MH, di kantor PUPR, Jakarta, Rabu (7/1).

Dia mengatakan, Presiden dalam kunjungannya ke perbatasan beberapa waktu lalu sempat emosi karena wilayah Indonesia jauh beda dengan Malaysia. Karena itu, katanya, Indonesia ingin segera memperbaiki infrastruktur di perbatasan.

Perbaikan di kawasan perbatasan bukan semata infrastruktur jalannya yang diperbaiki, melainkan juga hunian dan sarana penunjang lainnya. Selain itu, pintu-pintu imigrasi dan fasilitas untuk petugas perbatasan juga akan diperbaiki.

Basuki mengatakan, untuk infrastruktur perbatasan berupa perumahan dan perbaikan kawasan di tiga titik (Entikong, Aruk dan Nanga Badau) akan dialokasikan anggaran sebesar Rp 700 miliar.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki mengatakan, untuk membangun perumahan di kawasan perbatasan ini, pihaknya bekerjasama dengan kementerian lain. Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang melakukan tender untuk membangun perumahan di perbatasan.

"Kerjasama dengan kementerian lain, kami yang akan membangun, sedangkan lokasi dan lahannya dibantu kementerian lain," kata dia.

Basuki menjanjikan bakal membangun sebanyak 50 ribu unit rumah bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Untuk itu, ia mendorong pengembang untuk membantu pemerintah membangun dan mengembangan perumahan di daerah perbatasan.

"Kami mohon dibantu oleh pengembang-pengembang di daerah masing-masing untuk mengembangkan perbatasan ini secara bersama, agar pertumbuhan ekonomi nya juga bisa terangkat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis mengatakan, pihaknya siap membantu program pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan perbatasan di Kalbar, sehingga tidak tertinggal jauh dengan Malaysia.

"Kami berbagi tugas dengan Pak Menteri. Pemerintah menyediakan pembiayaan, Gubernur melakukan pembebasan tanah," ujarnya.

Sumber: Beritasatu

Pemerintah Berencana Bentuk Badan Cyber Nasional

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, membahas persiapan rencana pembentukan Badan Cyber Nasional.

Menhan Ryamizard menjelaskan, pembentukan badan ini nantinya akan mengurus jagat maya dan bertujuan memperkuat kedaulatan nasional, bukan hanya daratan, lautan, dan udara. Menurutnya, bila jagat maya tak berdaulat, Indonesia bakal dibobol.

"Badan Cyber Nasionl untuk memperkuat. Itu bukan karena ada masalah. Belum ada masalah tapi sebelum ada masalah kita harus siap, makanya dibentuk kalau Kemenhan kan sudah ada," tegas Ryamizard di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Sumber: Tribunnews

Warga Manokwari Padati Areal Pameran Alutsista TNI AD

Manokwari- Ribuan warga Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat dan daerah sekitarnya memadati areal pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI  AD di Lapangan Borasi Distrik Manokwari Barat.

Berdasarkan pantauan di Manokwari, Selasa pagi, ribuan warga datang dari berbagai tempat di Manokwari untuk melihat dan foto bersama alat tempur TNI AD yang dipamerkan itu.

Gety Mambrasar, salah seorang warga Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari mengaku bangga dengan alutsista yang dimiliki TNI AD tersebut.

"Saya baru pertama kali melihat secara langsung tank scorpion yang dimiliki TNI AD selama ini hanya melihat melalui siaran televisi," ujarnya.

Danrem 171 Praja Vita Tama Brigjen TNI Djoko Subandrio yang memberikan keterangan pada kesempatan terpisah, mengatakan pameran alutsista tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Juang Kartika Ke-69 yang jatuh pada 24 Desember 2014.

"Pameran alutsista digelar di Lapangan Borasi Manokwari pada 5--6 Januari 2015 untuk disaksikan seluruh komponen masyarakat Indonesia di Papua Barat, terutama di Manokwari," katanya.

Ia mengatakan tujuan pameran alutsista untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia yang ada di Provinsi Papua Barat tentang peralatan tempur yang dimiliki TNI, khususnya Angkatan Darat, guna mempertahankan kedaulatan negara.

"Tujuan kegiatan ini juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia yang ada di Provinsi Papua Barat tentang sistem pertahanan TNI, khususnya Angkatan Darat," ujarnya.

Jenderal Bintang Satu itu berharap, masyarakat tak hanya datang melihat pameran, tetapi juga bertanya tentang kegunaan peralatan tempur TNI Angkatan Darat yang di pamerkan tersebut.

Sumber: Antara

Pembangun Kekuatan TNI AL Wujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim

Surabaya (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menilai TNI Angkatan Laut sangat menentukan pengembangan Poros Maritim Dunia, karena itu KSAL yang baru Laksamana Madya TNI Ade Supandi diharapkan membangun kekuatan TNI AL yang hebat.

"Saya bangga ada kemajuan TNI AL dengan pemikiran Laksamana TNI Marsetio (KSAL sebelumnya) yang membawa TNI AL sebagai World Class Navy," katanya kepada pers setelah memimpin upacara parade dan defile serah terima jabatan KSAL di Dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa.

Oleh karena itu, ia mengharapkan KSAL yang baru Laksamana Madya Ade Supandi untuk membangun kekuatan TNI AL yang hebat untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, apalagi industri dalam negeri sangat mendukung hal itu. (Simak di sini, kemampuan galangan kapal dalam negeri)

"Saya yakin TNI AL akan mampu mewujudkan alutsista yang kuat dan hebat, karena industri dalam negeri juga sangat mendukung, seperti PT PAL. Buktinya, beberapa alutsista kita itu sudah merupakan produk dalam negeri," katanya.

Dalam sambutan serah terima jabatan KSAL dari Laksamana TNI Marsetio kepada Laksamana Madya Ade Supandi itu, Panglima TNI meminta KSAL yang baru untuk melakukan percepatan dan pengembangan kemampuan (alutsista) TNI.

"Tahun 2015 merupakan awal yang penting, karena lima tahun ke depan pada periode 2015--2019 merupakan tahapan percepatan dan pengembangan sarana dan prasarana. Kalau tahapan itu tidak tercapai akan terjadi potensi disparitas antara sarana dan tantangan dalam persenjataan ke depan," katanya.
(Baca juga: KSAL kapal perang Indonesia minim suku cadang)

Sebaliknya, keberhasilan tahapan itu akan mencetak TNI yang kredibel, mampu melakukan penangkalan berbagai tantangan, dan mampu mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

"Tentu, penguatan alutsista itu perlu dibarengi dengan penguatan organisasi, perawatan alutsista secara berkala, peningkatan kesejahteraan prajurit, dan peningkatan kerja sama militer antarnegara, khususnya di Asia Tenggara," katanya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga memuji kemampuan TNI dalam tugas sosial atau non-tempur yang telah diakui dunia, termasuk peran TNI AL dalam tugas-tugas sosial itu.

"Misalnya, ketika kita membantu masyarakat Filipina yang mengalami bencana, maka kita yang pertama membantu mereka, meski tradisi saling membantu itu sudah menjadi tradisi maritim dunia, karena itulah sekarang kita dibantu militer dari Jepang, Australia, Rusia, Korea, dan Tiongkok (dalam evakuasi pesawat AirAsia yang jatuh di Selat Karimata)," katanya.

Upacara dilaksanakan secara sederhana, selain parade juga dilaksanakan defile pasukan dan material tempur, fly pass pesawat udara serta sailing pass Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), kemudian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di gedung Indoor Sport Koarmatim.

Laksamana Madya Ade Supandi merupakan KSAL ke-25 yang kelahiran Batujajar, Bandung, 1960. Sebelumnya, perwira lulusan AAL 1983 itu menjabat Kasum TNI, Asrena KSAL, dan Pangarmatim. Perwira yang dikenal ramah, agamis, dan tegas itu memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Ny Endah Esti Hartaningsih, sedang anaknya menjadi dokter gigi dan perwira AL.

Dalam Upacara Serah Terima Jabatan dengan Komandan Upacara Kolonel Marinir Y. Rudy Sulistyanto yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigif-1 Marinir Gedangan, Sidoarjo, itu, sedikitnya 600 prajurit Korps Marinir terlibat.

Selain melibatkan 600 prajuritnya, beberapa material tempur milik Korps Baret Ungu itu juga dilibatkan dalam parade/defile, diantaranya tujuh unit Tank PT 76, tujuh unit BMP 3F, 15 unit BTR, dua unit AMX 10P, enam unit KAPA K.61, tiga unit BVP-2, lima pucuk Howitzer 105 mm, tiga unit LVT-7A dan enam unit Roket Multi Laras RM 70 Grad.

Sumber: Antara

Panglima TNI: Sarana TNI masih belum memadai untuk SAR

Sentul, Jabar - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengaku peralatan perang TNI masih kurang memadai untuk operasi militer selain perang, dalam hal ini SAR, sebagaimana terlihat pada evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ8501.

"Evaluasi yang telah kami lakukan, ternyata alutsista yang kita miliki masih belum cukup untuk melakukan SAR. Perlu mendorong Komisi I DPR berpikir bersama agar alutsista TNI ke depan bisa digunakan untuk SAR," kata Moeldoko, di Sentul, Jawa Barat, usai perayaan Natal bersama warga, Rabu.

Sehingga, lanjut dia, ketika terjadi musibah atau kejadian serupa, seperti kecelakaan pesawat AirAsia, maka bisa diatasi secara baik.

Peralatan yang dimiliki negara sahabat yang telah membantu melakukan pencarian korban dan pesawat AirAsia di Laut Jawa, seperti Amerika, Rusia, Jepang, dan Singapura, sangat canggih.

"Siapa yang tidak berminat dengan helikopter Sea Hawk yang dimiliki Amerika? Saya sendiri tergiur melihatnya," katanya. Sea Hawk alias SH-60 juga dibuat untuk SAR maritim dengan designasi MH-60 Blue Jay, yang dioperasikan US Coast Guard.

SA-330 Super Puma TNI AU juga memiliki kemampuan SAR maritim, di antaranya dapat dipasangi perangkat hoist, durasi hovering cukup lama, dan kemampuan terbang rendah dalam cuaca tidak bersahabat.

Kemarin (6/1), dia ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk memberikan motivasi kepada prajurit TNI dan angkatan bersenjata negara sahabat bahwa bangkai pesawat AirAsia dapat ditemukan.

"Saya berikan semangat agar tidak mudah menyerah, meski cuaca dalam proses evakuasi kurang bersahabat," katanya.

Sumber: Antara

Defence Media Center

Kementerian Pertahanan

INDO DEFENCE 2014 Expo & Forum

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"",

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger