Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"

PERBATASAN

Lihat berita lainnya »

ALUTSISTA TNI

Lihat berita lainnya »

INDUSTRI PERTAHANAN

Lihat berita lainnya »

KERJASAMA DAN DIPLOMASI

Lihat berita lainnya »

PRODUK DALAM NEGERI

Lihat berita lainnya »

Latest Post

UNIFIL Apresiasi Prajurit TNI di Lebanon

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 21 April 2015 | 20.39

Kehadiran prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sebagai Peacekeeper dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB sangat bermanfaat bagi warga negara Lebanon, bukan hanya menyangkut faktor keamanan semata, namun juga bermanfaat bagi kehidupan sosial di lingkungan tempat tugas. Demikian apresiasi yang disampaikan Force Commander Unifil Mayjen Luciano Portolano beberapa waktu lalu pada saat pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko di Lebanon.

Hal senada juga disampaikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Jenderal Jean Qahwaji ketika menerima kunjungan Panglima TNI beserta rombongan, yang mengatakan bahwa kehadiran Kontingen Garuda yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/ UNIFIL) bermanfaat bagi warga setempat.
“Masyarakat Lebanon berharap selalu ada prajurit TNI Kontingen Garuda dalam penugasaan UN Peacekeepers di Lebanon, karena pasukan Kontingen Garuda sangat mudah untuk berinteraksi dengan masyarakat Lebanon”, katanya dalam keterangan resmi Puspen TNI kepada redaksi, Selasa (21/4).
Dalam kunjungannya di Lebanon, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang didampingi oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, dan Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, meninjau Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga), diantaranya Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-I/Unifil dan Satgas Force Protection Company Konga XXVI-G2/Unifil.
Kepada Pasukan Garuda di Lebanon, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan, dan merasa terkesan dengan kehadiran masyarakat dan para tokoh masyarakat Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.
“Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan, saya harap hubungan baik dan kerja sama dengan masyarakat Lebanon Selatan yang telah terjalin agar terus di pelihara dengan baik, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit,” kata Jenderal bintang 4 itu.
Panglima TNI juga berpesan, agar Prajurit TNI selalu menjaga nama baik Bangsa Indonesia dan soliditas para Prajurit TNI khususnya Kontingen Garuda yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian dimanapun senantiasa dipelihara, selain itu kepada prajurit TNI agar tetap memelihara dan meningkatkan disiplin, loyalitas, semangat, kerja sama dalam pelaksanaan tugas serta jaga nama baik Indonesia.
“Dengan soliditas personel dan satuan yang baik, tugas-tugas mulia yang diemban para Prajurit TNI selama di daerah operasi niscaya akan dapat dilaksanakan dengan baik pula," tandas Panglima TNI.

Sumber: merahputih 

Prajurit TNI Dikenal Mudah Bergaul dengan Warga Lebanon

Kehadiran prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sebagai peacekeeper dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB sangat bermanfaat bagi warga negara Lebanon. Bukan semata  menyangkut faktor keamanan semata, namun keberadaan Kontingen Garuda Unifil juga bermanfaat bagi kehidupan sosial di lingkungan tempat tugas. 

Demikian apresiasi yang disampaikan Force Commander Unifil Mayjen Luciano Portolano beberapa waktu lalu pada saat pertemuan dengan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko di Lebanon.
 
Hal senada juga disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Jenderal Jean Qahwaji ketika menerima kunjungan Panglima TNI beserta rombongan. 

"Masyarakat Lebanon berharap selalu ada prajurit TNI Kontingen Garuda dalam  penugasaan UN Peacekeepers di Lebanon, karena pasukan Kontingen Garuda sangat mudah untuk berinteraksi dengan masyarakat Lebanon," kata Jean merngutip rilis dari Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin yang diterima redaksi, Selasa (21/4).
 
Dalam kunjungannya di Lebanon, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang didampingi oleh Asintel Panglima TNI Laksda Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen Indra Hidayat R., Kapuspen TNI Mayjen M. Fuad Basya, dan Asops Kasad Mayjen Johny L. Tobing. 
 
Kepada Pasukan Garuda di Lebanon, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan. 

"Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan, saya harap hubungan baik dan kerja sama dengan masyarakat Lebanon Selatan yang telah terjalin agar terus di pelihara dengan baik, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit," ujarnya.
 
Panglima TNI juga berpesan agar prajurit TNI selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia dan soliditas di antara para prajurit TNI, khususnya Kontingen Garuda yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di manapun. Selain itu kepada prajurit TNI agar tetap memelihara dan meningkatkan disiplin, loyalitas, semangat, kerja sama dalam pelaksanaan tugas serta jaga nama baik Indonesia. 

"Dengan soliditas personel dan satuan yang baik, tugas-tugas mulia yang diemban para Prajurit TNI selama di daerah operasi niscaya akan dapat dilaksanakan dengan baik pula," pungkasnya.

Sumber: RMOL.Com

Pemda NTT Gandeng Wartawan Kawal Wilayah Perbatasan

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 20 April 2015 | 23.37

Jakarta - Pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bergandengan tangan bersama wartawan dari berbagai media massa cetak dan elektronik yang berada di daerah itu untuk ikut mengawal wilayah perbatasan, baik dengan Timor Leste maupun Australia. 


Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang diwakii Asisten Adminstrasi Umum Setda NTT, Alexander Sena ketika membuka Dialog Publik dengan tema “Peran Pemda, Masyarakat dan Media Massa dalam Menjaga Wilayah Perbatasan NKRI” di Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Jln. Adi Sucipto Kupang, Kamis, (16/4).

”Saya mendapat kesan kuat betapa wartawan NTT mau menggunakan momentum dialog publik ini untuk mendapat informasi paripurna soal peran berbagai pihak seperti Pemda, masyarakat dan media massa di NTT, dalam menjaga wilayah perbatasan NKRI. 
Dengan hadirnya beberapa narasumber berkompeten, diharapkan dapat merekam secara jeli berbagai realita dan persoalan yang mengemuka di wilayah perbatasan NKRI, sesuai tugas pokok, fungsi dan eksistensi lembaga masing-masing,” kata Frans Lebu Raya yang dibacakan oleh Asisten III Setda NTT, Alexander Sena.

Gubernur mengatakan, Berbagai upaya pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten diharapkan dapat merubah dan meningkatkan taraf hidup, memperbaiki pembangunan kebanggaan berbangsa sehingga ketahanan nasional di perbatasan dijaga dan dipertahankan secara baik.
Tapal batas dianggap sebagai pelataran dari rumah besar NKRI. Lazimnya ruang belakang dalam tradisi masyarakat kita, dia kurang mendapat perhatian, bahkan dengan sengaja dibiarkan merana. Lantas bagaimana potret NKRI di perbatasan di Timor Leste dan Australia?.
Ketua PWI Provinsi NTT, Dion DB Putra, mengatakan, selama puluhan tahun bahkan sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kita meletakan pandangan yang kurang baik bagi daerah perbatasan.
Sejumlah narasumber pada dialog itu yakni Dandrem 161 Wirasakti Kupang diwakili oleh Kasrem, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dr. Frangky Salean, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Paulus Manehat, Direktur Uji Kompetensi PWI Pusat, Dr Usman Yatim dengan dipandu oleh moderator Wakil Rektor 1 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Hendrik Ndholu SH.M. Hum dan mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana.
Kegiatan itu di gelar berkat kerjasama PWI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSSI) Jakarta dan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Sumber: Berita Satu

Philipina Minta Dukungan Negara Asia Tenggara Kecam Reklamasi Laut Oleh China


MANILA - Filipina terus menyuarakan pertentangannya terhadap proyek reklamasi laut oleh China di kawasan perairan Laut China Selatan yang berbatasan dengan Filipina. 

Presiden Filipina Benigno Aquino akan meminta dukungan dari para pemimpin negara di Asia Tenggara untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam proses reklamasi laut oleh China di wilayah perairan sengketa. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan pihak militer Filipina. 

Gambar satelit menunjukkan proses pembangunan pulau buatan terus berlangsung di Pulau Spratly, Laut China Selatan. Pulau buatan tersebut juga dilengkapi dengan landasan udara sesuai standar kebutuhan militer. Di pulau ini juga ada pembangunan infrastruktur lain. 

”Presiden akan mengangkat isu reklamasi ini. Kami akan mengumpulkan pernyataan bersama. Fokusnya pada isu reklamasi di Laut China Selatan,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Filipina Luiz Cruz, dilansir Reuters, kemarin. Pemerintah China mengklaim sebagian besar wilayah yang kaya sumber energi ada di Laut China Selatan. Mereka juga membantah tuduhan atas aksinya yang dianggap sebagai tindakan provokatif. 

Wilayah ini menjadi sengketa karena sejumlah negara mengklaim memiliki hak di antaranya Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan. Negaranegara tersebut mengatakan bahwa China secara ilegal melakukan reklamasi untuk menciptakan pulau buatan. Ini menimbulkan kecurigaan China akan memperkuat basis militernya di wilayah sengketa Spratly. 

”Kondisi ini mengkhawatirkan dan menjadi perhatian utama kami,” ujar Panglima Militer Filipina Jenderal Gregorio Catapang. Militer Filipina telah mengingatkan China untuk menghentikan proses reklamasi yang terletak di wilayah sengketa Laut China Selatan. Jenderal Gregorio Catapang mengatakan, sikap agresif yang diperlihatkan China menimbulkan ketegangan di wilayah ini. 

Bukti terbaru pulau buatan di Spratly menunjukkan alasan kuat untuk menggalang kekuatan dan memberi tahukan kepada dunia akan efek samping dari sifat agresif yang dilakukan China. Gregorio Catapang mengatakan, Pemerintah Filipina yakin reklamasi besar-besaran yang dilakukan China akan menimbulkan ketegangan di antara negara- negara yang juga mengklaim wilayah itu. 

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan dimulainya latihan militer gabungan terbesar antara Filipina dan Amerika Serikat (AS). Selama 10 hari dua negara akan melakukan simulasi militer dan memberikan bantuan kemanusiaan di Propinsi Zambales dan Subic Bay yang terletak di Laut China Selatan. Kantor berita DPA melaporkan, dalam latihan gabungan ini, pihak AS mengerahkan sekitar 6.650 tentara, 76 pesawat, dan tiga kapal. 

Sementara Filipina menurunkan 5.000 tentara, 13 pesawat, serta satu kapal. Latihan gabungan di wilayah Balikatan, Filipina melibatkan 11.000 tentara dari dua negara dan merupakan yang terbesar dalam 15 tahun terakhir. Presiden AS Barrack Obama juga menyatakan kekhawatirannya bahwa China akan menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan negara lain yang berada di wilayah sengketa. 

Duta Besar AS untuk Filipina Philip Goldberg saat pidato pembukaan latihan gabungan militer mengatakan, ”Kami tidak sedang berpura-pura bahwa kami benar-benar menolong Filipina untuk mempertahankan wilayahnya,” dilansir BBC. Goldberg menambahkan, AS akan membela prinsip-prinsip dasar untuk menentukan kebebasan di darat maupun laut. 

Terpisah, Panglima TNI Jenderal Moeldoko kepada Reuters mengatakan, Asia memerlukan keseimbangan militer baru yang bukan berada di bawah naungan sebuah kekuatan besar. ”Terjadi perubahan yang sangat cepat pada wilayah yang dulunya tenang dan stabil beberapa dekade lalu,” tutur dia di Mabes TNI Jakarta. ”Jadi semua negara di sekitar wilayah menganggap bahwa China akan menjadi ancaman. Wilayah ini memerlukan keseimbangan, ”sambung Moeldoko. 

Menanggapi meningkatnya ketegangan di wilayah Laut China Selatan, Indonesia akan memperkuat pertahanan militernya di Pulau Natuna dan Tanjung Datu yang terletak di Laut China Selatan, berdekatan dengan wilayah yang diklaim China. Tahun depan Pemerintah Indonesia akan mengadakan pertemuan puncak pertahanan untuk meredakan ketegangan. Sejumlah negara seperti AS, Jepang, China, dan negaranegara di kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan menghadiri pertemuan ini.



Sumber: Koran Sindo

TNI AL Akan Tenggelamkan Kapal Nelayan Pencuri Ikan Asal Vietnam

Pangkalpinang, Seruu.com - TNI Angkatan Laut bakal menengelamkan kapal nelayan asal Vietnam karena melakukan pencurian ikan di wilayah perairan teritorial Indonesia.
"Berdasarkan arahan pimpinan, dalam waktu dekat ini kapal nelayan asing ini ditengelamkan di perairan Natuna," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bangka-Belitung Kolonel Laut (P) Hendra Kesuma di Pangkalpinang, Senin.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam operasi keamanan laut dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) berhasil menangkap kapal nelayan dari Vietnam di perairan Natuna.

"Nelayan asing ini sudah melanggar batas wilayah, izin penangkapan ikan, karena beroperasi di di laut teritorial," ujarnya.

Ia mengatakan, anak buah kapal asing ini akan langsung dideportasi ke negara asalnya.

"Saat ini, kami masih melakukan penahanan kapal dan ABK asing ini," ujarnya.

Dalam waktu belakangan ini, ia menyatakan, belum menemukan kegiatan penangkapan ikan secara tidak sah (illegal fishing) yang dilakukan nelayan asing di perairan Kepulauan Bangka Belitung.

"Saat ini, kami tidak lagi menemukan kapal-kapal nelayan asing yang beroperasi di perairan daerah ini," ujarnya.

Namun demikian, ia menyatakan, diimbau nelayan lokal untuk selalu berkoordinasi dan melaporkan jika menemukan atau melihat kapal-kapal nelayan asing beroperasi di perairan Indonesia, khususnya Bangka-Belitung.

"Kami sudah berkoordinasi dengan gugus keamanan laut untuk menindaklanjuti dan meningkatkan pengawasan keamanan laut ini," demikian Hendra Kesuma.

Sumber: Antara

TNI AL Kerahkan 6 kapal perang amankan KAA


Jakarta - Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengadakan apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP di Lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari No 67, Jakarta Pusat dalam rangka persiapanKonferensi Asia Afrika (KAA) ke-60


Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI A Taufiq yang juga Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) selama KAA berlangsung bertindak sebagai inspektur upacara.


"Ini (gelar pasukan) merupakan cerminan tingkat kesiapsiagaan segenap jajaran Koarmabar dalam rangka menjamin stabilitas keamanan dan suksesnya kegiatan KAA," ujar Taufiq di depan ratusan prajurit TNI Angkatan Laut, Sabtu (18/4/2015).


Ia memerintahkan personel yang mengemban tugas pengamanan, mempertanggungjawabkan tugasnya masing-masing dengan cermat, disiplin, serta tegas.


"Jangan ragu-ragu dalam bertindak pada situasi apapun dengan tetap mengikuti dan melaksanakan prosedur dan aturan yang berlaku," kata Taufiq.


Ia menambahkan, prajurit harus mampu berkoordinasi satu dengan pihak lain untuk meminimalisisasi terjadinya kesalahpahaman antarprajurit ataupun instansi lain yang ikut mengamankan jalannya KAA seperti Polri dan Paspamres.


Gelar pasukan pagi ini diikuti 6 kompi yang terdiri dari 2 kompi gabungan personel Saatkopaskaarmabar, Dislambairarmabar, dan Lanudal Jakarta. Kemudian 2 kompi gabungan Mako Koarmabar, Lantamal III, dan Lanal jajarannya dan terakhir, 2 kompi personel KRI. 


Koarmabar TNI AL juga mengerahkan 6 kapal yaitu KRI Jonh Lie-358, KRI Oswald Siahaan-354, KRI KRI Imam Bonjol-383, KRI Pati Unus-384, KRI Beladau-643, KRI Makassar-590, 1 Peswat U-618, 2 Heli dan 2 sea rider.

Sumber: Liputan6

TNI AL Tambah 4 Pesawat latih dasar baru jenis Beechcraft Bonanza G-36


SURABAYA - TNI AL menambah empat pesawat latih dasar baru jenis Beechcraft Bonanza G-36 yang akan dioperasikan Skuadron 200 Wing Udara 1/Pusat Penerbangan TNI AL di Surabaya, Jawa Timur. 

Keempat pesawat latih dasar itu diserahkan Asisten Logistik Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda TNI Hari Pratomo kepada Komandan Pusat Penerbangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Surabaya, kemarin. Serah terima itu juga disaksikan langsung Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi. 

”Untuk mencetak penerbang profesional dan andal, kami perlu pesawat latih yang spesifik. Sebelumnya, kami sudah memiliki empat pesawat sejenis, sehingga kami sekarang memiliki delapan pesawat latih Bonanza G-36,” kata Ade. Untuk pengadaan 2015, TNI AL masih memerlukan pesawat latih lagi sebanyak empat pesawat udara. ”Itu pesawat latih mesin tunggal, yaitu Bonanza G-36. 

Tapi ke depan, kami membutuhkan enam jenis mesin ganda,” katanya. Bahkan, untuk calon penerbang yang memasuki pelatihan madya akan bisa berlatih dengan pesawat yang lebih besar, seperti CN-235 dan Cassa N-212. Terkait pengadaan pesawat latih lewat penyedia PT Krida Setia Abadi itu, Sigit menjelaskan nilai keempat pesawat latih buatan Beechcraft Company di Wichita, Kansas, AS itu mencapai Rp59 miliar. 

”Sertifikasi dan pelatihan untuk pengoperasian pesawat sudah dilakukan di AS pada November-Desember 2014. Bahkan, keempat pesawat latih itu sebenarnya sudah memeriahkan HUT TNI 2014, tapi upacara resmi baru hari ini (kemarin),” katanya. Spesifikasi pesawat latih Bonanza G-36 adalah mesin tunggal, bertenaga 300 HP, enam silinder, dan bahan bakar avgas. 

Kapasitas pesawat terbang adalah empat orang dengan kecepatan 326/jam dan daya jelajah 1.713 km di ketinggian maksimal 5.639 meter. Pada periode II (2015-2019), TNI AL berkomitmen membangun kekuatan, khususnya pesawat udara, yakni helikopter antikapal selam (11 unit), helikopter antikapal permukaan air (8), helikopter angkut taktis (4), CN235-2000 Patmar (3), dan sejumlah simulator.



Sumber: Koran Sindo

Intelijen TNI harus memiliki kapabilitas


Jakarta - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan, intelijen TNI harus memiliki kapasitas dan kapabilitas, kemampuan keuangan negara belum ideal untuk membangun arsitektur Intelijen TNI yang perkasa. 

"Intelijen TNI harus memiliki kapabilitas," kata Moeldoko, pada pembukaan Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun 2015, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin.

Seturut keterangan pers Pusat Penerangan TNI diterima di Jakarta, Senin, dia mengatakan, pembentukan Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dan konsolidasi seluruh jajaran intelijen TNI. Juga untuk mengeliminasi ego sektoral. 


"Manajemen dan Analisis Intelijen TNI dituntut menyediakan informasi, data, pengetahuan, yang sempurna bagi keperluan perencanaan dan pengambilan keputusan, karena masukan Intelijen TNI yang baik, akan menghasilkan perencanaan yang baik, dan selanjutnya pengambilan keputusan yang tepat," ujar dia.

Menurut dia, tanpa masukan intelijen yang baik, tidaklah mungkin membuat suatu rencana, atau strategi raya, atau strategi keamanan nasional, yang memenuhi kriteria bisa diterima, mungkin dilaksanakan, dan bisa diterapkan. 

"Semua arsitek perencanaan strategik sangat paham apa arti ungkapan pengetahuan itu kekuatan" kata Moeldoko.

Sumber: Antara

Defence Media Center

Kementerian Pertahanan

INDO DEFENCE 2014 Expo & Forum

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"",

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger