Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"

KEBIJAKAN PERTAHANAN NEGARA

Lihat berita lainnya »

PERBATASAN

Lihat berita lainnya »

ALUTSISTA TNI

Lihat berita lainnya »

INDUSTRI PERTAHANAN

Lihat berita lainnya »

KERJASAMA DAN DIPLOMASI

Lihat berita lainnya »

PRODUK DALAM NEGERI

Lihat berita lainnya »

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label BERITA TERKINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TERKINI. Tampilkan semua postingan

Hadapi Tantangan Kedepan, Pembinaan Kesadaran Bela Perlu Dilakukan Secara Masif

Written By Jurnal Pertahanan on Minggu, 10 Maret 2019 | 20.16


Jakarta- Sinergitas dan kerja sama dalam Pembinaan Kesadaran Bela Negara sangat penting guna menghadapi tantangan bangsa Indonesia kedepan, sehingga dalam pelaksanaannya Pembinaan Kesadaran Bela Negara kepada seluruh warga negara perlu dilakukan secara masif dalam rangka terwujudnya  Gerakan Nasional Bela Negara.


Demikian dikatakan Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Tandiyo Budi R, saat kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara bersama Kementerian/Lembaga, TNI dan Pemda/Kesbangpol seluruh Indonesia, Rabu (6/3) .

Rapat Koordinasi  yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan tersebut berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 6 Maret sampai dengan 8 Maret 2019 bertempat di Media Hotel & Tower's, jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Rakor mengangkat tema “MELALUI SINERGITAS KEMENTERIAN DAN LEMBAGA KITA TINGKATKAN PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN GERAKAN NASIONAL BELA NEGARA”.

Lebih lanjut Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan mengatakan, tema Rakor diatas sesuai dengan kondisi sekarang, karena Bela Negara harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa melalui sinergis kegiatan agar lebih masif.

Rakor ini dipandang penting dan strategis, disamping sebagai wahana menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Kementerian Pertahanan dengan seluruh Kementerian/ Lembaga, TNI, Pemda dan komponen bangsa lainnya. Disamping itu, Rakor ini juga ditujukan untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah dalam upaya Pembinaan Kesadaran Bela Negara kepada seluruh warga negara.

Ditegaskan Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan bahwa membela negara bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan TNI semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya.

Mengingat, pengertian bela negara itu sendiri adalah sikap dan perilaku setiap warga negara yang didasari oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, sebagaimana tertuang dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan negara.

Dari pengertian tersebut, lebih lanjut Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan menegaskan bahwa Bela Negara bukan wajib militer atau kegiatan berbau kemiliteran dengan mengangkat senjata, tetapi membela negara juga dilakukan dalam menghadapi ancaman nonmiliter yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.

"Ancaman tersebut nyata kita hadapi saat ini seperti radikalisme, terorisme, penyalahgunaan narkoba, wabah penyakit, kejahatan siber, pencurian sumber kekayaan alam, dan pelanggaran wilayah", jelasnya.

Rakor Pembinaan Kesadaran Bela Negara ini dihadiri kurang lebih 180 orang peserta dan menghadirkan sejumlah Narasumber antara lain dari Kemhan, Kemendagri, Kemdikbud, Kemeristekdikti, Pusdiklat Bela Negara Kemhan dan Rindam III/ Siliwangi.

Di akhir kegiatan Rakor menyimpulkan bahwa Bela Negara adalah sikap mental dan perilaku warga negara agar memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara sesuai dengan profesinya masing-masing, sehingga warga negara memiliki daya tangkal sekaligus kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman yang timbul.

Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji Resmi Resmi Dilantik Presiden Jadi Kasal

Written By Jurnal Pertahanan on Sabtu, 26 Mei 2018 | 07.49

©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menggantikan Laksamana Ade Supandi yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2018. Siwi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43/TNI/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kasal.Array
Pelantikan yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5), diawali dengan pengucapan sumpah jabatan oleh Siwi yang dibimbing langsung Presiden Jokowi. Siwi berjanji akan menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi sumpah prajurit TNI.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini baik langsung maupun tidak langsung dengan rupa atau dalih apa pun juga tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siaap pun juga," ucap Siwi.
"Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga, yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya," sambungnya.
Setelah pelantikan, Jokowi menaikkan pangkat Siwi satu tingkat menjadi Laksamana TNI. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 TNI tahun 2018 tentang kenaikan pangkat dalam golongan Perwira Tinggi TNI.
Keppres yang ditandatangani Jokowi pada hari ini dibacakan langsung oleh Sekretaris Militer Presiden Marsma Trisno Hendradi. Usai pembacaan Keppres, Jokowi menyematkan pangkat ke pundak Siwi yang dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat.
Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.
Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.
Sebelum dilantik jadi Kasal, Siwi menjabat sebagai Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI. Dia juga pernah menjadi Panglima Koarmabar menggantikan Laksda TNI Achmad Taufiqoerrochman dan Kepala Departemen Operasi KRI Untung Suropati-372.
Alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 30 lulus yang pada tahun 1985 ini pernah menduduki posisi Palaksa KRI Teluk Sampit-515, Komandan KRI PRB-728, Komandan KRI STS-376, dan Komandan KRI Nala. Dia juga sempat menjabat sebagai Komandan KDA, Komandan Lanal Pontianak, Komandan Selapa Pusdikopsla, Komandan Satran Koarmatim, Asrena Pangkolinlamil, Asops Pangarmabar, dan Komandan Guskamlatim. [eko]

Prajurit Kodam III/Siliwangi Jaga Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia


Warta Ekonomi.co.id, Bandung -
Kodam III/Siliwangi kembali memberangkatkan Prajurit-Prajurit terbaiknya yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 320/Badak Putih di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara.
Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurcahyanto melepas  keberangkatan 450 personil Satgas Yonif 320/Badak Putih dalam menjaga beranda  depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperbatasan RI - Malaysia. 
Nurcahyanto mengatakan satgas Pamtas Yonif 320/BP akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama lebih kurang 8 bulan untuk menggantikan Satgas Pamtas terdahulu Yonif 123/Rajawali Kodam I/Bukit Barisan yang telah tiba masanya untuk dirotasi.
"Satgas Yonif 320/BP sebelumnya sudah pernah tugas operasi dan berhasil mendapatkan penghargaan dari Panglima TNI, diharapkan pada kesempatan ini juga dapat menunjukkan prestasi yang sama bahkan lebih," katanya, Jumat (26/5/2018).
Sebelum berangkat tugas ke daerah operasi, Satgas Pamtas Yonif 320/BP sudah dapat pembekalan dengan melaksanakan latihan pratugas, diharapkan juga dapat membekali seluruh Prajurit dalam melaksanakan tugas pamtas RI-Malaysia.
Selanjutnya, dipastikan bagi Prajurit yang akan melaksanakan tugas operasi Pamtas akan tetap melaksanakan ibadah puasa di daerah perbatasan dan sangat dimungkinkan akan melaksanakan lebaran didaerah perbatasan, namun hal ini merupakan konsekwensi tugas Prajurit dalam mengamankan perbatasan NKRI, serta tetap melaksanakan tugas dan panggilan tugas Prajurit meskipun jauh dari keluarga saat melaksanakan hari raya lebaran.
"Karena pengamanan perbatasan darat menjadi salah satu tugas TNI AD sesuai dengan amanah UU TNI No. 34 Tahun 2004," ujarnya.
Melaksanakan tugas operasi merupakan salah satu kebanggaan bagi setiap Prajurit karena tugas operasi akan memberikan nilai lebih, selain itu tugas operasi akan mendewasakan diri dan memberikan pengalaman yang tiada terkira.
Keberhasilan dalam tugas operasi pamtas akan berdampak positif pada upaya menjaga keutuhan NKRI, selain itu untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas TNI sebagai Institusi Pertahanan Negara.
Kasdam tegaskan menegaskan Setiap Komandan dalam Satgas memiliki wewenang dan tanggung jawab yang besar, oleh karena itu harus dapat memimpin dan membawa anggotanya dengan baik agar pada pelaksanaannya dapat memimpin dan melaksanakan tugas dengan baik pula.
"Keberhasilan dalam tugas sekaligus akan meningkatkan Citra Yonif 320/BP dan  Kodam III/Siliwangi sebagai salah satu satuan terpercaya di jajaran TNI AD," pungkasnya.

Menhan RI Hadiri Pertemuan Menhan Se-Asean di Singapura

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 06 Februari 2018 | 16.51

Photo Istimewa
Singapura - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menghadiri ASEAN Defense Minsiters' Meeting (ADMM) Retreat atau pertemuan para menteri pertahanan se-ASEAN di Singapura hari ini. 

Acara ADMM tersebut diawali dengan breakfast meeting para Menhan se-ASEAN. Breakfast meeting tersebut digelar di Summer Pavilion The Ritz Carlton Milenia, Singapura, Selasa (6/2/2018). 

Menhan Ryamizard disambut hangat oleh panitia acara sesampai di depan Summer Pavilion The Ritz Carlton Milenia Singapura. 

Informasi yang dihimpun dari detik.com, hampir seluruh menteri pertahanan di negara yang tergabung dalam ASEAN hadir di breakfast meeting tersebut. Tampak Menhan Malaysia Hishammudin Hussein hadir di lokasi. 

Setelah breakfast meeting, Menhan akan menghadiri sidang ADMM Retreat, masih di The Ritz Carlton hotel. Pertemuan ini mengambil tema 'Strengthening Cooperation Building Resilience' atau memperkuat kerjasama membangun ketahanan. 

ADMM Retreat di Singapura ini dijadwalkan berlangsung sampai 7 Februari 2018 besok. 

Masih dalam kunjungan kerjanya di Singapura kali ini, Menhan Ryamizard juga akan melakukan berbagai kegiatan, salah satunya menghadiri Singapore Airshow 2018. Acara itu dijadwalkan dimulai selepas sidang ADMM Retreat, siang hari ini waktu Singapura.

Sumber: Detik.Com

Tangkal Terorisme di Kawasan, Indonesia dan lima negara ASEAN Kerjasama Informasi Strategis

Nusa Dua - Dalam rangka memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan khususnya terorisme dan radikalisme, Indonesia bersama lima negara ASEAN yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura telah menyepakati kerja sama di bidang pertukaran informasi strategis dengan nama “Our Eyes”.
Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan acara “Our Eyes” Soft Launching melalui pemukulan gong dan penandatanganan Joint Statement secara bergantian oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Brunei Darussalam Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Aziz bin Haji Mohd Tamit, Wamenhan Malaysia YB Dato’ Sri Mohd Johari bin Baharum, Undersecretary for Defence Operation DOD Philippines Cesar B. Yano, Senior Minister of State for Defence and Foreign Affairs Singapore Dr. Mohammad Maliki bin Osman dan Wamenhan Thailand Jenderal Chaichan Changmonkol, Kamis (25/1) di Nusa Dua, Bali.
Menhan RI mengatakan, soft launching “Our Eyes” merupakan wujud konkrit kerja sama enam negara di kawasan dalam rangka perang terhadap terorisme dan radikalisme yang sedang berkembang pesat dan telah menjadi kekhawatiran hampir semua negara di dunia dewasa ini.
Menurut Mehan RI, kecenderungan perkembangan lingkungan strategis di masa kini semakin sulit diprediksi dan penuh ketidakpastian. Ancaman dimasa depan tidak lagi hanya ancaman konvensional atau ancaman konflik antar negara, namun ancaman realistis dari ideologi tertentu dan kelompok masyarakat lintas negara yang tidak puas dan terpinggirkan menjadi semakin nyata.
Di saat kawasan ini sedang menghadapi ancaman nyata di depan mata, lebih lanjut dikatakan Menhan RI, melalui Soft Launching “Our Eyes” ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi kepemimpinan pertahanan terkait perang terhadap terorisme dan radikalisme di kawasan.
Soft Lounching “Our Eyes” ini juga dapat menjadi barometer awal kerja sama enam negara yang paling terpengaruh terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Bahkan bukan tidak mungkin di masa depan, kerja sama “Our Eyes” akan berkembang bukan saja terkait bidang terorisme dan radikalisme tetapi meningkat di bidang kerja sama keamanan lainnya.
“Saat ini baru melibatkan 6 dari 10 negara ASEAN, namun diharapkan di masa depan, forum “Our Eyes” akan berkembang keanggotaannya secara lebih luas di masa mendatang”, tambahnya.
Konsep “Our Eyes” merupakan platform kerja sama konkrit yang digagas oleh Menhan RI dan telah didukung secara aklamasi oleh para Menhan ASEAN. Konsep ini seperti konsep “Five Eyes” Amerika dan sekutunya yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan/militer dan jaringan intelijen secara terintegrasi.
Latar belakang gagasan atau inisiatif kerja sama “Our Eyes” ini dipengaruhi oleh adanya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Mengingat masing – masing negara memiliki cara yang berbeda dalam menanggulangi ancaman tersebut, maka dibutuhkan sinergitas dan koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi yang strategis.

Menhan: Indonesia Targetkan Kirim 4.000 Pasukan Perdamaian

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 06 Februari 2017 | 19.39

JP - Pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ditargetkan sebanyak 4.000 personel pada 2017. Untuk mencapai target tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan mengajukan penambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

”Rencana penambahan pengiriman pasukan pemelihara perdamaian. Saat ini pasukan yang dikirim untuk misi perdamaian 2.739 orang. Saat ini masuk ranking 11 di dunia. Tahun ini diharapkan jumlahnya bertambah menjadi 3.539 agar menjadi ranking 7 di dunia,” kata Ryamizard dalam rapat kerja (raker) Komisi I DPR bersama dengan Panglima TNI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Kemhan akan mengajukan dana tambahan kepada Kemenkeu untuk Satgas Kizi TNI pada misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. ”Untuk itu 2017 ini, belum ada anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut. Kami memohon kepada Komisi I membantu agar anggaran ini bisa direalisasi,” pintanya.

Adapun alokasi anggaran Kemhan/TNI 2016, Ryamizard menjelaskan, awalnya dialokasikan Rp110,92 triliun. Namun karena ada kebijakan baru maka dilakukan penghematan anggaran Rp7,93 triliun. 

Dengan demikian anggaran akhir Kemhan/TNI Rp102,99 triliun. Dana sebesar itu dialokasikan untuk belanja pegawai 48%, belanja barang 27,97%, dan belanja modal 31,55%. ”Realisasi anggaran Kemhan/TNI tahun 2016 sebesar 93,33%. Presentase akan meningkat setelah anggaran Kemhan selesai diaudit pada Maret 2017,” paparnya.

Adapun anggaran Kemhan/TNI 2017 dialokasikan Rp108 triliun. Rencana anggaran dialokasikan untuk belanja pegawai Rp 42 triliun (39%), belanja barang Rp33,9 triliun (31%), dan belanja modal Rp31,8 triliun (30%), termasuk modernisasi alutsista TNI. 

Sumber: Sindonews

KRI Sultan Iskandar Muda-367 Ikuti Latma Multinational Aman 2017 di Karachi, Pakistan

JP - Kapal Perang TNI AL Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yaitu KRI Sultan Iskandar Muda-367 tiba di pelabuhan Colombo tepatnya East Container Terminal Colombo, Sri Lanka, Kamis (2/2). KRI ini akan mengikuti Latihan Bersama (Latma) Multinational Aman 2017 di Karachi, Pakistan.
Kedatangan KRI SIM-367 yang dikomandani Letkol Laut (P) Rio Henrymuko Yumm disambut baik oleh Angkatan Laut Sri Lanka dengan iringan drum band, sebagai ucapan terima kasih atas kedatangan Kapal perang TNI AL Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim tersebut.
Saat singgah, KRI Sultan Iskandar Muda-367 disambut oleh Dwatmaji Hanomonresi yang mewakili Duta Besar RI di Sri Lanka, Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Ardiansyah Muqsit, dan Perwakilan Angkatan Laut Sri Lanka yaitu LCDR Hewahakmanatage.
Pada kesempatan sama juga hadir rombongan KBRI dan berkunjung ke KRI SIM-367, yang diterima oleh Komandan KRI SIM-367 di Lounge Room Perwira. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan foto bersama di Haluàn KRI SIM-367.
Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Komandan KRI SIM-367 beserta Kolonel Laut (P) Ardiansyah dan prajurit KRI SIM-367 melakukan kunjungan ke Commands Headquarters Western Naval Area Sri Lanka Navy disambut oleh RADM NPS Attygalle di ruang kerjanya.
Menurut Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, suasana penuh keakraban dan hubungan baik antara kedua negara membuktikan bahwa Navy Brotherhood antara Indonesia dengan Sri Lanka tetap terjalin baik hingga kini. Dalam kunjungan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cindera mata.
Sumber: JPNN

BI : Kemandirian Perekonomian di Perbatasan Harus Dibangun

JP - Maraknya penggunaan mata uang asing di daerah perbatasan Sebatik yang sudah ada sejak dulu, menjadi perhatian lebih bagi Bank Indonesia. Selain pertahanan yang diperkuat, perlu adanya pembangunan ekonomi yang diperkuat pula oleh mata uang rupiah sebagai lambang kedaulatan negara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Nur mengungkapkan, pihaknya menginginkan agar seluruh transaksi yang ada di pulau terdepan (Sebatik) Indonesia menggunakan rupiah.
“Ekonomi Indonesia dan kemandiriannya harus dibangun, khususnya di daerah pulau terdepan atau perbatasan. Kalau perekonomian tidak dibangun, pasti akan berat nantinya,” jelas Muhammad saat berkunjung ke Pulau Sebatik Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis (2/2) lalu. 
Mengenai angka peredaran rupiah yang di sebatik, Muhammad menjelaskan, angka peredaran Rupiah hanya dapat dilihat secara nasional. Kalau di daerah bisa dilihat  melalui perbankan. “Tetapi itupun jumlahnya tidak akurat karena orang yang membawa uang tidak melalui bank atau secara cash kan banyak,” tuturnya.
Jika peredaran uang di perbatasan diperbanyak, hal tersebut juga tidak efektif untuk dilakukan karena adanya kebergantungan kebutuhan terhadap negara tetangga yang masih cukup tinggi.
“Seperti misalnya kebutuhan gula dan minyak goreng yang datang dari negara tetangga, pembayarannya pun diminta untuk menggunakan uang ringgit,” ujar Muhammad.
Kenapa mereka harus menggunakan ringgit? Yakni ternyata mereka sendiri lebih efisien jika membayar menggunakan uang ringgit. Seperti contohnya jika uang satu ringgit ditukar secara resmi ke rupiah nilainya adalah Rp 3 ribu. Jika barang yang sehari-hari dibeli menggunakan uang rupiah harus merogoh kocek dengan Rupiah sebesar Rp  9 ribu, dengan uang ringgit, mereka cukup membayar dengan 2,5 ringgit saja.
“Bagi masyarakat sekitar, mereka sudah untung,” jelasnya. Sebenarnya, di dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang telah ditegaskan bahwa transaksi di Indonesia hanya boleh mempergunakan uang Rupiah.
 “Jadi masyarakat perlu tau UU itu. Yang paling penting lagi, saat ini kita sudah ada pendekatan keamanan, maka pendekatan dengan kemandirian ekonomi juga harus mulai dibangun,” tegasnya.
Jika rencana tol laut nantinya diwujudkan, adanya satu harga untuk barang-barang dapat terjadi dimanapun. Seperti jika barang-barang yang datang dari Surabaya harganya sama dengan yang ada di pulau terdepan.
“Jangan sampai lebih mahal, kalau lebih mahal kan orang pasti tidak mau. Artinya barang harus datang dari Indonesia sendiri. Jika barang datang dari Indonesia, maka sudah tentu transaksinya akan menggunakan rupiah juga kan,” kata Muhammad. 
Mengenai peredaran uang ringgit di perbatasan, menurutnya adalah tantangan bagi pemerintah maupun Bank Indonesia, untuk membangun perekonomian di pulau-pulau terdepan agar dapat mandiri dan barang-barang kebutuhannya diperoleh tidak dari negara lain.
“Dan itu memang sudah tugas semua untuk melindungi kedaulatan negara, dan itu bukan haya tugas tentara saja. Karena kedaulatan negara harus dilindungi dari berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi,” jelasnya.
Pihak BI juga ingin mengedukasi seluruh lapisan masyarakat di perbatasan bahwa rupiah yang mereka gunakan adalah merupakan salah satu lambing kedaulatan negara. Mulai dari masyarakat umum, siswa dan guru di sekolah. Apalagi TNI dan kepolisian juga penting. Karena hal itu juga berhubungan dengan tugas-tugas terutama dari kepolisian.
“Harapan idealnya adalah seluruh transaksi yang ada di perbatasan ini semuanya menggunakan rupiah. Maka dari itu penting bagi pemerintah untuk membangun perekonomian di pulau terdepan Indonesia,” tandasnya.

Sumber: Pro Kaltara

Prajurit Kostrad Berikan Bantuan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Perbatasan NTT

JP - Pasukan Satgas Pamtas RI-RDTL Pos Auren Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna (GT) Kostrad memberikan bantuan berupa alat tulis dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak SD Inpres Auren dan SD Katolik Raisikun Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT, Senin (6/2).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Danpos Auren Lettu Arm Dede Hermawan kepada para siswa. Bantuan alat tulis berupa buku tulis (375 buku), ballpoint (288 buah), pensil (144 buah), tipe x (24 buah) dan raut pensil (96 buah). Terlihat wajah dari siswa - siswi tampak senang dan gembira. 

"Hanya ini yang bisa kami berikan untuk adik-adik kita yang sedang menuntut ilmu di sekolah ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi motivasi untuk lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu" ujar Danpos Lettu Arm Dede Hermawan disela-sela mendampingi anggotanya yang sedang memberikan materi wawasan kebangsaan di sekolah tersebut.

Hal tersebut sangat diapresiasi dengan baik oleh para guru dan masyarakat setempat, perlu diketahui sekolah-sekolah yang ada di perbatasan sangatlah minim tentang pengetahuan wawasan kebangsaan, maka dari itu tenaga pengajar yang berasal dari Pos lebih menitik beratkan pada wawasan kebangsaan dan cinta terhadap tanah air.

Para guru merespon dengan positif kegiatan pemberian bantuan ini, terutama Kepala Sekolah SD Inpres Auren dan Kepala Sekolah SD Katolik Raisikun, beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kepedulian Satgas Yonif Raider 321 Kostrad terhadap siswa-siswi perbatasan, khususnya di sekolah yang dipimpinnya.

Sumber:

Kementan Jadikan Wilayah Perbatasan Sebagai Lumbung Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) mengutamakan wilayah perbatasan menjadi lumbung pangan. “Wilayah perbatasan kita bangun dan dijadikan lumbung pangan untuk ekspor ke negara tetangga. Ini sesuai arahan Bapak Presiden membangun mulai dari pinggiran,” ujar Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat menerima kunjungan Bupati Belu Willy Lay dan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran di Jakarta, Senin (6/2/2017).
Pertemun tersebut, guna memenuhi permintaan mahasiswa pada acara Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, kemarin Sabtu (3/2/2017).
Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Belu Willy Lay dan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, beserta jajarannya dan Mentan didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian M Syakir dan Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani.
Mentan, Amran menyampaikan rencana pengembangan jagung di Kabupaten Malaka tahun 2017 seluas 10 ribu hektar dan secara bertahap menjadi 50 ribu hektar. Sedangkan Kabupaten Belu akan fokus membangun sentra sapi indukan dan sapi perah dengan target 100 ribu ekor secara bertahap dalam 5 tahun ke depan, setiap tahun 20 ribu ekor.
Pengembangan jagung di Kabupaten Malaka dibantu Menteri Pertanian berupa benih dan pupuk, traktor roda-4 sebanyak 10 unit, pompa air 10 unit dan exavator. Bantuan akan ditingkatkan lagi setelah berhasil menanam jagung. Sedangkan pendanaan pengembangan sapi diharapkan dari kredit perbankan.
Sehubungan dengan ini, Bupati Belu memberikan apresiasi atas kebijakan dan terobosan baru Menteri Pertanian. “Saya mengapresiasi ini dan Saya siap berkomitmen mewujudkan sentra sapi di Belu,” kata Willy.
Sementara Bupati Malaka mengatakan terima kasih atas dukungan penuh Menteri Pertanian dan siap menjalankan mengembangkan jagung. Petani di Malaka hanya memiliki lahan sebagai satu-satunya aset dan apabila disiapkan bantuan dan modal, tentunya akan meningkatkan produksi jagung sehingga mampu mensejahterakan petani.
“Saya yakin produksi jagung akan melimpah, dibangun industri pakan ternak, dipasarkan di dalalm negeri dan siap diekspor ke Timor Leste. Petani kami akan lebih sejahtera,” ujar Stefanus.
Tindaklanjut dari pertemuan tersebut, Bupati Belu dan Bupati Malaka segera mengkoordinasikan langkah operasional dan teknis di lapangan dan Menteri Pertanian mrnjadwalkan mengunjungi ke lokasi tersebut.

Menhan RI Terima Kunjungan Panglima AB Thailand

JP - Menhan RI Ryamizard Ryacudu saat menerima kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Surapong Suwana-Adth beserta rombongan, Rabu (1/2), di kantor Kemhan Jakarta. Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata  Thailand kepada Menhan RI dalam rangka meningkatan persahabatan antara Indonesia dan Thailand khususnya dalam upaya memperkuat dan meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan.
Lebih lanjut Menhan mengatakan persahabatan yang dijalin kedua negara diantaranya tertuang dalam kerjasama antar negara, pertahanan maupun Angkatan Bersenjata. Sebagai negara tetangga yang bersahabat, kedua negara telah melakukan program saling mengunjungi antar kedua pejabat negara dan pertukaran siswa. 
Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa yang menjadi keinginan kedua negara sehingga diharapkan tidak ada informasi yang terlewat untuk diketahui bersama dan juga sebagai ajang pertukaran informasi. Terkait pertukaran siswa diharapkan kedepannya dapat lebih ditingkatkan lagi.
Untuk itu Menhan mengungkapkan bahwa kerjasama kedua negara di bidang intelijen dan pertukaran informasi harus dilakukan untuk menghadapi ancaman teroris. Ancaman teroris tidak hanya musuh satu negara saja tetapi telah menjadi musuh negara-negara di seluruh dunia. Untuk itu diharapkan kedepannya kerjasama kedua negara yang telah terjalin ini dapat membuat kawasan aman dan damai.
Menanggapi hal tersebut, Pangab Kerajaan Thailand mengatakan bahwa beberapa kerjasama telah dilakukan kedua negara, selain beberapa pertukaran perwira yang telah dilakukan. 
Kedua negara juga membentuk High Level Committee (HLC) untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut. Kedua angkatan bersenjata saat ini juga tengah melakukan latihan bersama dan kerjasama dalam bidang peace keeping dan counter terrorisme.
Setelah menerima kunjungan Panglima AB Thailand di Kemhan Jakarta, Menhan Ryamizard Ryacudu langsung bertolak menuju Thailand untuk untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan Menhan Thailand.

Sumber: Kemhan

Dubes AS: Indonesia Mitra Strategis AS

Menteri Pertahanan Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr, Senin (30/1) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan diri sehubungan dengan tugas barunya selaku Dubes AS untuk Indonesia menggantikan Dubes AS untuk Indonesia sebelumnya yaitu Robert Blake.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes AS menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan upaya peningkatan kerjasama kedua negara khususnya kerjasama di bidang pertahanan yang sudah berjalan sangat baik. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Amerika Serikat dan selama ini hubungan kerjasama kedua negara berjalan dengan baik dan erat.
“Indonesia akan selalu menjadi mitra strategis kerjasama di bidang pertahanan bagi Amerika Serikat. Kedua negara memiliki kerjasama yang sangat erat termasuk kerjasama di bidang kemaritiman”, tambah Dubes AS.
Selain kerjasama di bidang Alutsista, kedua negara juga memiliki kerjasama yang erat di bidang bantuan kemanusian dan penanggulangan bencana. Kerjasama tersebut perlu ditingkatkan lagi kedepan.
“Pengalaman kami tidak ada satupun siap ketika menangani bencana, sehingga pentingnya negara-negara di kawasan untuk menangani bencana secara bersama-sama”, ungkap Dubes AS.
Sementara itu menanggapi Dubes AS, Menhan RI menyampaikan selamat atas tugas barunya di Indonesia dan berharap kedepan kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat terutama di bidang pertahanan dapat lebih ditingkatkan lagi.
Senada dengan Dubes AS, Menhan juga menyampaikan pentingnya kedua negara meningkatkan kerjasama di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Bencana dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, untuk itu perlunya dan pentingnya kesiapan dan kerjasama yang erat antar negara-negara di kawasan.
Sumber: Kemhan

Menko Polhukam: Kita Tidak Ada Sengketa dengan Tiongkok, Natuna Milik Indonesia

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 30 November 2015 | 16.12


Jakarta - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia tidak ada sengketa dengan Tiongkok terkait wilayah Kepulauan Natuna. Ditegaskan Luhut, Kepulauan Natuna adalah milik Indonesia.


"Sudah diberikan keterangan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok, bahwa Natuna adalah milik pemerintah Indonesia," tegas Luhut saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).



Dengan ini, lanjut Luhut, Indonesia bisa menarik garis Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) ke utara.



"Dari Natuna kita bisa tarik garis ZEE yang ke utara. Kita melihat tidak ada sengketa kita dengan Tiongkok," kata Luhut.



Seperti diketahui, perairan Natuna memang berdekatan dengan kawasan Laut China Selatan. Wilayah ini juga rawan terjadi penangkapan ikan secara ilegal. Wilayah ini juga pernah dimasukkan ke dalam peta wilayah Tiongkok. 


Sumber: Detik.com

HUT TNI Ke-70, Momentum Untuk Mengingat Kembali Jati Diri TNI Sebagai Tentara Rakyat

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 05 Oktober 2015 | 17.04

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari jadinya yang ke-70. Upacara Puncak Peringatan HUT TNI kali ini digelar di Dermaga Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten dan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo sekaligus bertindak selaku Inspektur Upacara, Senin (5/10).
Menapaki usia yang ke-70 tahun, Presiden dalam amanatnya menyampaikan penekanannya kepada seluruh jajaran TNI agar dapat menggunakan momentum peringatan ini untuk mengingat kembali akan jati diri TNI sebagai sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
“TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat. Sebagai tentara rakyat, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat.  TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat”, pesan Presiden.
Menurut Presiden, hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam  menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara. Hanya bersama-sama rakyat, TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Lebih lanjut Presiden mengatakan, bahwa sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari “rahim” rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI.
Selain itu, dalam darah TNI juga mengalir  jati diri sebagi tentara pejuang. Sebagai tentara pejuang,  Presiden menekankan agar TNI harus selalu memiliki daya juang dan semangat pantang menyerah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.
Sebagai Perekat Dan Pemersatu Bangsa
Disamping itu, Presiden menambahkan bahwa TNI juga harus menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia. Bersama-sama rakyat, TNI harus terus menjaga kebhinneka tunggal ika-an. Hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.
Diakhir amanatnya, Presiden menyampaikan penekanannya kepada seluruh Prajurit TNI untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap-siagaan di manapun berada dan bertugas. Presiden juga berpesan kepada seluruh Prajurit TNI untuk terus menjaga dan memelihara keutuhan dan kekompakan TNI bersama rakyat. 
“Peliharalah dan jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena bersama rakyat,TNI kuat. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.  Jadilah TNI yang berjuang, yang dicintai dan mencintai rakyat”, pesan Presiden.
Upacara Puncak Peringatan HUT TNI Ke-70 mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian". Saat menjadi Inspektur Upacara HUT TNI Ke-70 tersebut, Presiden didampingi oleh  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna.
Hadir sejumlah Menteri Kebinet Kerja, pimpinan lembaga negara. perwakilan negara sahabat, sesepuh dan senior TNI, Pimpinan di jajaran TNI dari Angkatan Darat, Laut dan Udara. Selain itu, puncak peringatan yang digelar cukup meriah tersebut juga disaksikan oleh ribuan warga Banten dan sekitarnya.
Bertindak menjadi Komandan upacara adalah Letjen TNI Edy Rahmayadi yang sehari-harinya menjabat sebagai Pangkostrad.  Pada Puncak Peringatan HUT Ke-70 ini, TNI mengerahkan 12.080 prajurit dari tiga angkatan. Peringatan juga akan dimeriahkan dengan demonstrasi Alutsista TNI dari masing-masing kesatuan.

Sumber: DMC

TNI AU Akan Kerahkan 155 pesawat untuk meriahkan HUT ke-70 TNI

Written By Jurnal Pertahanan on Selasa, 29 September 2015 | 17.38


Sebanyak 155 pesawat TNI AU dari berbagai jenis, akan dikerahkan guna memeriahkan upacara peringatan HUT ke-70 TNI, yang puncaknya dipusatkan di dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, pada 5 Oktober 2015

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, di Jakarta, Selasa, mengatakan, pesawat-pesawat terbang militer itu akan melaksanakan berbagai misi, seperti demonstrasi Operasi Udara Gabungan TNI, terbang lintas, aerobatik, SAR Tempur serta penarikan bendera.

Pada demo operasi udara gabungan, kata dia, 24 pesawat dikerahkan, yaitu 16 pesawat tempur (enam pesawat F-16 Fighting Falcon, enam Sukhoi Su-27/30Flanker, dan empat T-50i Golden Eagle. Semuanya akan mendemonstrasikan serangan udara strategis dalam operasi khusus.

Sedangkan dua pesawat C-130 Hercules akan mendukung pelaksanaan penerjunan perahu karet dan dua pesawat CN-295 mendukung terjun bebas.


Tidak lupa helikopter-helikopter dan pesawar turboprop EMB-314 Super Tucano. Dipertunjukkan juga kebolehan goodwill ambassador TNI AU, tim aerobatik Jupiter. 

"Sebagai dukungan udara akan dilaksanakan dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon," kata dia.

Anggota Komisi I DPR Dukung Pembelian Kapal Selam Buatan Rusia

Written By Jurnal Pertahanan on Senin, 28 September 2015 | 20.52

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR Sukamta mendukung rencana pemerintah membeli kapal selam kelas kilo buatan Rusia karena dukungan anggaran mencukupi untuk pengadaan kapal tersebut.

"Rencana pemerintah ingin beli kapal selam kelas kilo dari Rusia ini kita dukung semangatnya," katanya di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, dukungan anggaran terlihat dari usulan anggaran TNI senilai Rp37 triliun, dan khusus untuk tambahan anggaran bagi TNI AL senilai Rp14,5 triliun.

Menurut dia, tambahan anggaran TNI AL itu terbesar bila dibandingkan alokasi bagi TNI AD dan TNI AU.

"Indonesia negara maritim karena sekitar 70 persen wilayahnya adalah laut, jadi memang keamanan di laut harus juga diprioritaskan," ujarnya.

Politikus PKS itu menjelaskan semangat pemerintah untuk membangun kekuatan laut itu harus didukung karena kita semua ingin memiliki kekuatan pertahanan di laut yang mumpuni dan disegani.

Dia mengatakan kapal selam kelas kilo dari Rusia ini paling canggih untuk saat ini sehingga itu pasti impian TNI AL untuk memilikinya.

"Sama seperti pesawat Sukhoi SU-35 yang jadi mimpinya TNI AU," katanya.

Menurut dia, memiliki persenjataan canggih seperti itu tentu bisa menggentarkan negara-negara tetangga kita sehingga Indonesia bisa disegani di lautan.

Terutama, ujar Sukamta, Indonesia sebentar lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lalu potensi konflik di Tiongkok Selatan seperti bom waktu.

"Karena itu saya menilai pertahanan dan keamanan di laut menjadi mendesak untuk dipenuhi," ujarnya.

Dia berharap pemerintah sudah berpikir matang dan cermat tentang rencana pembelian kapal selam kelas kilo itu, termasuk yang harus dipastikan adalah soal ukurannya, apakah sesuai untuk wilayah laut Indonesia, terlalu besar atau tidak.

Selain itu, menurut dia, perlu diperhatikan perawatannya dan harus dipastikan juga suku cadangnya mudah sehingga jangan sampai membeli persenjataan yang kurang cocok untuk kebutuhan pertahanan laut kita.

"Jangan sampai seperti macan ompong, terlihat canggih menakutkan tapi tidak berguna," ujarnya.
Powered By Blogger

Defence Media Center

Kementerian Pertahanan

HARI BELA NEGARA 2015

HARI BELA NEGARA 2015

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"

Terima kasih

Admin

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger