Selamat Datang, Salam "BELA NEGARA" , "NKRI HARGA MATI"
Home » » Tokoh negara Asia Pasifik Bahas Solusi Penyelesaian Konflik Laut China Selatan

Tokoh negara Asia Pasifik Bahas Solusi Penyelesaian Konflik Laut China Selatan

Written By Jurnal Pertahanan on Rabu, 22 Mei 2013 | 22.45

Jakarta: Konflik Laut China Selatan yang tak kunjung padam turut mengundang keprihatinan tokoh-tokoh negara Asia Pasifik dari berbagai kalangan yang tergabung dalam organisasi Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI), dan memicu mereka untuk ikut bekerja membantu pemeirntah dalam hal ini. Dalam Konferensi CAPDI kedua yang digelar di Makassar, rekonsiliasi konflik Laut China Selatan menjadi salah satu pembahasan.

Presiden of Asembly CAPDI yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Makarim Wibisono, menuturkan persengketaan di Laut China Selatan tidak bisa dibiarkan lebih lama.

"Ada pemikiran dibentuk semacam kelompok kerja yang membuat sebuah instrumen, di mana negara-negara yang terlibat konflik itu bersama-sama menandatangani instrumen itu. Intrumen tersebut juga harus menegaskan bahwa negara-negara tersebut bersedia untuk tidak penggunaan kekerasan," ungkapnya di Makassar, Rabu (22/5).

Pembentukan kelompok kerja tersebut akan melengkapi Traktat Kerja Sama dan Persahabatan (TAC) pada 1976 yang menekankan prosedur upaya perdamaian tanpa senjata. "Berdasarkan sejarah hukum internasional sudah ada ketentuan bahwa penggunaan kekerasan senjata untuk tujuan politik itu tidak sah secara hukum," kata Makarim.

Mantan Juru Bicara Parlemen Filipina yang juga pendiri CAPDI, Jose de Venecia mengatakan, semua pemangku kepentingan dalam penyelesaian konflik ini harus ambil bagian. Mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos, menyebut bahwa negara-negara Asia Tenggara yang terlibat persengketaan Laut China Selatan hingga mengalami ketegangan satu sama lainnya harus mau berdialog sebelum mengambil keputusan yang keras.

Konflik Taiwan dan Filipina yang belakangan ini memanas akibat tewasnya nelayan Taiwan karena ditembak penjaga pantai Filipina di wilayah perairan sengketa misalnya, harusnya diselesaikan dengan damai melalui dialog. "Taiwan dan Filipina sudah bekerja sama sekian lama dan sesama negara ASEAN, harusnya bisa berbicara," katanya. 

Sumber: Metronews
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

Defence Media Center

Kementerian Pertahanan

HARI BELA NEGARA 2015

HARI BELA NEGARA 2015

PERHATIAN

"Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut"

Terima kasih

Admin

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JURNAL PERTAHANAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger